AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Pendiri Bank Jago: Bank Digital Bukan Sekedar Punya Aplikasi

BANKING
Hafid Fuad/Koran Sindo
Selasa, 23 Maret 2021 21:00 WIB
Banyak perbankan saat ini ramai bikin bank digital. Hal ini mengundang komentar dari pendiri Bank Jago, Jerry Ng, salah satu bank digital.
Pendiri Bank Jago: Bank Digital Bukan Sekedar Punya Aplikasi (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Banyak perbankan saat ini ramai bikin bank digital. Hal ini mengundang komentar dari pendiri Bank Jago, Jerry Ng, salah satu bank digital.

Jerry menilai, tidak semua bank juga harus memaksakan diri bertransformasi menjadi bank digital. Salah satu kekhawatirannya bila bank besar dengan model bisnis yang sudah mapan lalu bertransformasi menjadi bank digital tentu juga akan membuka potensi risiko. 

“Ada banyak bank yang mengaku sudah mempersiapkan diri beberapa tahun menjadi bank digital. Tapi bank digital bukan hanya sekedar punya apps. Kita harus memiliki DNA digital, seluruh prosesnya dengan digital," kata Jerry dalam webinar di Jakarta (23/3/2021).

Lebih lanjut Jerry mengatakan pasar Indonesia sangat luas untuk digarap dengan model bank digital ataupun bank non digital. Namun yang terpenting adalah keunikan value yang ditawarkan oleh bank. 

"Kita tetap harus terus relevan dengan nasabah. Bahkan mitra strategis kita pun juga akan berevolusi," katanya.

Dia menuturkan, model bisnis Bank Jago menyatukan model bisnis digital di AS, Eropa, dan Asia seperti China dan Korea Selatan. Kemudian model bisnis itu ditambahkan dengan keunikan yang ingin ditonjolkan Bank Jago. 

"Kita jangan copycat dari model bisnis orang lain. Bank Jago juga berbeda dari Jenius secara teknologi yang digunakan," katanya.

Di Eropa dan AS, model bisnis yang ditonjolkan lebih banyak mengenai life centric. Tak heran, berbagai platform digital di negara maju itu dilengkapi dengan desain UI/UX yang sangat canggih.

Sedangkan model bisnis di China dan Korea lebih mengacu pada penggabungan ekosistem sehingga mampu tumbuh lebih cepat. Keunggulan dari masing-masing model bisnis ini akhirnya diadopsi Bank Jago.

"Saya juga belajar banyak waktu luncurkan Jenius dari awal. Kita fokus di life centric solution, tapi tetap bekerjasama dan berkolaborasi membangun ekosistem," katanya. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD