"Tahun 2028 adalah momen paling penting untuk usaha perasuransian, yaitu pemenuhan modal minimal Rp1 triliun. Target yang sudah ditetapkan di dalam RAKP harus tercapai, dan kami melihat kinerja lima tahun belakangan terus mengalami kenaikan serta melampaui target," ujarnya dalam momen HUT Tripakarta ke-48 tahun di kantor pusat Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Asmorohadi menjelaskan, sebagai pemegang saham yang mewakili BNI, Dapen BNI menempatkan Tripakarta sebagai lini usaha strategis atau captive market yang menopang kinerja grup.
Perseroan dinilai mampu membuktikan kesehatan tata kelola di mata industri reasuransi serta adaptif mengantisipasi risiko bisnis, mulai dari potensi klaim akibat bencana kebakaran di musim kemarau hingga finalisasi implementasi PSAK asuransi yang berjalan sesuai standar OJK.
Mematok tenggat pemenuhan modal dari regulator, pemegang saham optimistis struktur permodalan Tripakarta akan terpenuhi tanpa memerlukan suntikan modal tambahan dari pemegang saham.