Optimisme manajemen didukung oleh kinerja keuangan TRIPA yang mengilap hingga Juli 2026 berdasarkan PSAK 117. Pendapatan Jasa Asuransi perseroan mencapai Rp1,027 triliun atau naik 13,9 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp902,32 miliar, sekaligus merealisasikan 111,3 persen dari target rencana kerja sebesar Rp923,56 miliar.
Ketahanan finansial perusahaan juga tercermin dari rasio Risk Based Capital (RBC) yang bertengger di level 144,29 persen, meningkat dari posisi Juli 2025 sebesar 142,03 persen dan jauh melampaui target internal 132,23 persen.
Pada saat yang sama, Jasa Asuransi Bersih mencapai Rp147,98 miliar (153,7 persen dari target), Hasil Bersih mencapai Rp149,24 miliar (124,7 persen dari target), serta Laba Setelah Pajak melesat ke angka Rp71,83 miliar atau mencapai 156,0 persen dari target.
Bermodalkan rekam jejak laba 2024 yang mencapai Rp124 miliar, manajemen yakin perolehan laba dalam tiga tahun ke depan sanggup menutup sisa kebutuhan modal perseroan.
"Kami berharap setiap tahun perolehan laba berada di atas Rp100 miliar, dengan proyeksi sekitar Rp110 miliar pada 2026 dan meningkat menjadi Rp130 miliar pada tahun berikutnya. Dengan sisa waktu tiga tahun hingga Desember 2028, target ekuitas Rp1 triliun tersebut pasti bisa terwujud," kata Koen.
(Dhera Arizona)