“Kebijakan penyaluran kredit yang lebih berhati-hati tersebut, antara lain pada aspek suku bunga kredit, plafon kredit, perjanjian kredit, jangka waktu kredit, dan biaya persetujuan kredit,” ujar Denny.
Sementara itu, penyaluran kredit baru pada kuartal III-2026 diproyeksi tetap tumbuh dengan SBT sebesar 84,65 persen.
Standar penyaluran kredit diprakirakan lebih longgar, dengan ILS negatif sebesar 2,25. Responden memprakirakan outstanding kredit sampai dengan akhir 2026 terus tumbuh.
“Kondisi ini didukung prospek kondisi ekonomi dan moneter yang tetap positif serta risiko dalam penyaluran kredit yang terjaga,” katanya.
(DESI ANGRIANI)