AALI
9450
ABBA
278
ABDA
6050
ABMM
2490
ACES
720
ACST
174
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
755
ADMF
8150
ADMG
174
ADRO
3150
AGAR
312
AGII
2340
AGRO
840
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
95
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1215
AKSI
268
ALDO
750
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.41
1.11%
+5.93
IHSG
7160.39
1.05%
+74.15
LQ45
1018.33
1.04%
+10.53
HSI
20082.43
2.41%
+471.59
N225
0.00
-100%
-27999.96
NYSE
0.00
-100%
-15264.79
Kurs
HKD/IDR 160
USD/IDR 14,765
Emas
848,754 / gram

Penyaluran Kredit UMKM Meningkat, Kadin: Harus Dibarengi dengan Pendampingan

BANKING
Heri Purnomo
Selasa, 28 Juni 2022 12:25 WIB
Sharmila berharap program Kredit Usaha Rakyat (KUR) tersebut diimbangi dengan pendampingan dari perbankan itu sendiri, kemudian juga dari stakeholder lainnya.
Penyaluran Kredit UMKM Meningkat, Kadin: Harus Dibarengi dengan Pendampingan (FOTO:MNC Media)
Penyaluran Kredit UMKM Meningkat, Kadin: Harus Dibarengi dengan Pendampingan (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Ketua Komite Tetap UKM Dan Koperasi Kadin Indonesia Sharmila Yahya mengatakan penyaluran kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang meningkat harus dibarengi dengan pendampingan terhadap para pelaku UMKM tersebut. 

Menurutnya, pendampingan terhadap para pelaku UMKM diperlukan agar penyaluran kredit tersebut dapat digunakan secara baik. 

"Yang perlu dipikirkan adalah jangan sampai nanti kredit ini sudah dibagikan banyak kepada masyarakat, kemudian jika ada problem karena ketidaktahuan mengelola dengan baik akhirnya banyak kredit macet yang terjadi lagi di masyarakat," ujarnya dalam Market Review IDXChannel, Selasa (28/6/2022).

Sharmila menjelaskan, selama melakukan pendampingan terhadap para UMKM, dirinya masih banyak menemui para pelaku UMKM yang belum berani mengambil KUR tersebut. 

Hal itu dikarenakan mereka memikirkan bagaimana cara mengembalikan kredit tersebut. "Mereka (Pelaku UMKM) inginnya pendampingan. Hal itu dikarenakan mereka masih memiliki rasa takut terhadap kredit tersebut tidak dapat dikembalikan," katanya. 

Oleh karena itu, Sharmila berharap program Kredit Usaha Rakyat (KUR) tersebut diimbangi dengan pendampingan dari perbankan itu sendiri, kemudian juga dari stakeholder lainnya. 

"Jadi bukan hanya jualan uang saja. Tetapi ketika mereka kita edukasi dan berikan pendampingan, kita siapkan pasarnya, mereka berbondong-bondong ingin mengambil kredit tersebut," katanya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatatkan pertumbuhan kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebesar 16,75 persen pada April 2022 bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penyaluran kredit ke sektor usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM pada April 2022 mencapai Rp1.195 triliun. Jika dilihat dari besaran skala usaha, maka porsi kredit pada usaha mikro adalah mencapai Rp412,6 triliun pada April 2022.

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD