Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengapresiasi kinerja BTN yang menjadi penyalur terbesar pada pilar KPP Supply. Maruarar menilai keberadaan KPP efektif menjadi batu loncatan bagi pelaku usaha kecil menengah di sektor properti untuk mengekspansi skala bisnisnya.
“Manfaat program ini sangat luar biasa. Dari sisi supply, subsidi bunganya sangat membantu. Mudah-mudahan, seperti tujuannya, UMKM baik kontraktor, developer maupun toko bangunan bisa naik kelas,” ujar Maruarar.
Maruarar menuturkan, tingginya daya serap pasar mendasari keputusan pemerintah untuk menaikkan kuota alokasi KPP nasional dari semula Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun.
“Programnya boleh baru, belum sampai setahun, tetapi ternyata responsnya sangat positif. Penyerapan sangat tinggi, makanya kuotanya dinaikkan dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun. Dari sisi supply, BTN itu paling tinggi,” kata Maruarar.
Untuk menciptakan dampak ekonomi jangka panjang, Maruarar menggarisbawahi bahwa keberhasilan KPP harus bermuara pada lahirnya pengusaha-pengusaha baru berkaliber besar dari ekosistem perumahan.