“Kita baru bangga kalau 10 atau 15 tahun lagi, UMKM yang kita temui hari ini mengatakan, waktu itu saya masih UMKM, tetapi 10 tahun kemudian saya sudah naik kelas menjadi perusahaan besar yang sukses,” kata Maruarar.
Ia menambahkan bahwa sektor perumahan terbukti memberi efek pengganda (multiplier effect) yang luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga penciptaan permintaan bagi industri bahan bangunan dan logistik.
“Ekosistem perumahan sangat luar biasa. Pengembang, developer, kontraktor, toko bangunan, UMKM, semuanya harus solid supaya kita bisa menggerakkan ekonomi,” ujarnya.
Adapun sepanjang Januari hingga 9 September 2026, realisasi penyaluran KPP BTN telah mencapai Rp5,25 triliun dari target Rp10 triliun yang ditetapkan perseroan untuk tahun ini.
“Targetnya besar, harapannya besar. Kerjanya juga harus besar, hatinya besar, jiwanya juga besar bagi Republik dan rakyat Indonesia,” tutur Maruarar. (Febrina Ratna Iskana)