Likuiditas Perseroan juga tetap kuat. Rasio loan-to-deposit ratio (LDR) meningkat menjadi 90,3 persen dari 85,6 persen pada semester I-2025, sementara rasio dana murah (current account savings account/CASA) terjaga di level 57,9 persen dari total dana pihak ketiga (DPK).
Permata Bank juga mencatatkan Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 333,4 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 124 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Dari sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 33 persen dengan rasio Common Equity Tier 1 (CET-1) sebesar 24,7 persen.
Sementara itu, Unit Usaha Syariah Permata Bank membukukan laba operasional sebelum provisi sebesar Rp396,2 miliar atau naik 2,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ditopang pertumbuhan pendapatan operasional lainnya sebesar 57,5 persen.
Selain membukukan kinerja keuangan yang positif, Permata Bank bersama Bangkok Bank juga kembali menggelar Indonesia Investment & Trade Forum pada semester I-2026 guna memperkuat perdagangan bilateral serta mendorong ekspansi investasi Thailand di Indonesia.
(Rahmat Fiansyah)