"Saya expect lah, minggu depan semuanya udah jalan. Karena dia mesti ngatur suratnya segala macam, minta pembatalan deposito segala macam untuk bunga yang lebih rendah. Saya harapkan minggu depan semuanya udah jalan," ujar Purbaya.
Kebijakan ini dirumuskan usai Purbaya menggelar pertemuan bersama para pengurus bank-bank Himpunan Bank Negara (Himbara) pada pagi tadi. Dalam pertemuan itu, pihak perbankan mengeluhkan tingginya beban suku bunga deposito SMV yang mencapai kisaran 8 persen hingga 9 persen, sehingga mendongkrak biaya modal (cost of capital) dan menahan penurunan bunga pinjaman.
"Tadi kan saya panggil bank-bank di Himbara, yang datang treasury-nya, semuanya treasury-nya. Mereka bilang, terdesak, saya masih bayar 8-9 persen, sehingga cost of capital dia naik, sehingga (bunga) kreditnya juga nggak bisa turun," kata Purbaya.
Beban biaya modal yang tinggi tersebut pada akhirnya memicu perbankan mematok bunga kredit yang cukup tinggi ke pasar.
"Itu kan (kredit) dilempar 13 persen atau 14 persen bunganya, atau lebih," ujar dia.