Pada triwulan IV-2025, sumber pembiayaan utama pengembang dalam pembangunan properti residensial masih berasal dari dana internal perusahaan dengan pangsa 80,14 persen.
Sumber pembiayaan lainnya berasal dari pinjaman perbankan sebesar 14,15 persen dan pembayaran dari konsumen sebesar 5,71 persen.
Sementara dari sisi konsumen, sebagian besar pembelian rumah primer dilakukan melalui KPR dengan pangsa sebesar 70,88 persen. Selanjutnya, pembelian rumah primer melalui pembayaran tunai bertahap dan tunai masing-masing memiliki pangsa sebesar 19,18 persen dan 9,94 persen.
Pada triwulan IV-2025, total nilai KPR secara tahunan tumbuh 7,05 persen (yoy), melambat dibandingkan 7,39 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.
Secara triwulanan, nilai KPR tumbuh sebesar 1,72 persen (qtq), lebih tinggi dibandingkan 1,30 persen (qtq) pada triwulan III-2025.
(NIA DEVIYANA)