sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

SBN Jadi Tumpuan Investasi Asuransi Jiwa, Nilainya Tembus Rp251,64 Triliun

Banking editor Rohman Wibowo
31/08/2026 20:14 WIB
Surat Berharga Negara (SBN) menjadi tumpuan utama penempatan investasi industri asuransi jiwa dengan porsi mencapai 44 persen dari total dana kelolaan.
SBN Jadi Tumpuan Investasi Asuransi Jiwa, Nilainya Tembus Rp251,64 Triliun. Foto: iNews Media Group.
SBN Jadi Tumpuan Investasi Asuransi Jiwa, Nilainya Tembus Rp251,64 Triliun. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Surat Berharga Negara (SBN) menjadi tumpuan utama penempatan investasi industri asuransi jiwa dengan porsi mencapai 44 persen dari total dana kelolaan pada semester I-2026. Alokasi pada instrumen surat utang pemerintah tersebut mencapai Rp251,64 triliun untuk menjaga stabilitas portofolio.

Penempatan dana pada instrumen pemerintah juga diposisikan sebagai jangkar utama untuk menjaga keamanan portofolio di tengah gejolak pasar modal. Pilihan tersebut dinilai sejalan dengan karakteristik industri asuransi jiwa yang mengemban kewajiban proteksi jangka panjang bagi masyarakat.

"Komposisi portofolio menunjukkan bahwa Surat Berharga Negara tetap menjadi instrumen terbesar dengan nilai sebesar Rp251,64 triliun. Penempatan pada SBN mencerminkan komitmen industri dalam menjaga stabilitas portofolio, sekaligus turut berkontribusi pada pembiayaan pembangunan pemerintah," ujar Ketua Bidang Keuangan, Permodalan Investasi dan Pajak Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Meylindawati, dalam jumpa pers di Kantor AAJI di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Secara keseluruhan, total nilai investasi industri asuransi jiwa pada paruh pertama 2026 tercatat tumbuh 2,4 persen menjadi Rp564,42 triliun. Di samping dominasi SBN sebesar 44 persen, industri tetap menjaga diversifikasi aset melalui instrumen saham sebesar 18 persen, reksa dana 12 persen, dan sukuk korporasi sekitar 10 persen, yang dilengkapi dengan penempatan pada deposito, tanah dan bangunan, serta penyertaan langsung demi menyeimbangkan optimasi imbal hasil dan manajemen risiko.

Struktur portofolio yang bertumpu pada instrumen berisiko terukur dinilai krusial untuk memperkokoh ketahanan neraca keuangan industri. Strategi penempatan dana ini dirancang selaras dengan profil liabilitas jangka panjang agar perusahaan asuransi tetap memiliki likuiditas yang memadai saat memenuhi kewajiban klaim.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement