Perjalanan Irene bermula dari sebuah ketidaksengajaan. Saat masih berkarier di Event Organizer (EO), ia sering bersinggungan dengan para pelaku UMKM. Interaksi tersebut memantiknya untuk mencoba meracik minuman cokelat sendiri dan membawanya ke kantor. Tak disangka, racikan tersebut disukai banyak rekan kerjanya, hingga memantapkan keberanian Irene untuk menyeriusi dunia bisnis.
Demi menciptakan cokelat berkualitas premium dengan rasa yang pas, Irene sangat selektif dalam memilih bahan baku. Pilihan utamanya jatuh pada biji kakao Premium Grade 1 yang difermentasi secara ketat. Namun, yang membuat cokelat artisan ini istimewa adalah penggunaan varietas kakao langka bernama Javakrioyo asal Jawa Timur.
"Itu adalah salah satu varietas kakao langka yang jumlahnya cuma ada 5 persen di dunia," ujarnya.
Konsistensi dalam menjaga kualitas baku dan Quality Control (QC) yang ketat membuat Cokelatin sukses menembus standar perhotelan bintang lima, membuktikan daya saing produk lokal yang sejajar dengan produk internasional lainnya.
Dalam menjalankan bisnis cokelat artisan ini, tantangan terbesar yang dihadapi Irene justru datang dari sisi edukasi pasar. Banyak konsumen perempuan menolak cokelat karena khawatir akan kenaikan berat badan. Irene secara konsisten mematahkan mitos tersebut melalui edukasi produk.