Puncaknya terjadi pada 2022, saat BRI memfasilitasi Cokelatin untuk tampil di pameran internasional Specialty Coffee Expo di Boston, Amerika Serikat. "Momen itu jadi batu loncatan luar biasa. Di sana kami berhasil mendapatkan pembeli dan mulai mengirim barang ekspor," kata Irene.
Keberhasilan di kancah internasional ini tidak hanya mendongkrak omzet, tetapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen lokal. Bagi Irene, pengalaman ekspor ini bukan sekadar soal angka penjualan, melainkan bukti bahwa produk lokal memiliki tempat di panggung dunia berkat pembinaan yang tepat.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan, kehadiran Rumah BUMN bertujuan menjadi wadah kolaboratif bagi pelaku usaha agar mampu meningkatkan kapasitas sekaligus daya saing bisnis.
Akhmad menjelaskan, inisiatif ini dirancang untuk membantu UMKM memperluas jaringan serta menangkap peluang di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Hingga saat ini, BRI telah membina 54 Rumah BUMN dan menyelenggarakan lebih dari 18.218 pelatihan bagi pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.