AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Sepanjang Ramadan dan Idul Fitri, Masyarakat Tarik Uang Tunai Hingga Rp180,2 T 

BANKING
Michelle Natalia
Senin, 09 Mei 2022 21:36 WIB
Jumlah tersebut terhitung meningkat 16,6 persen dibandingkan realisasi penarikan uang tunai pada momen yang sama tahun 2021.
Sepanjang Ramadan dan Idul Fitri, Masyarakat Tarik Uang Tunai Hingga Rp180,2 T  (foto: MNC Media)
Sepanjang Ramadan dan Idul Fitri, Masyarakat Tarik Uang Tunai Hingga Rp180,2 T  (foto: MNC Media)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa masyarakat telah melakukan transaksi penarikan uang tunai sedikitnya Rp180,2 triliun di sepanjang momentum Ramadan dan Idul Fitri tahun 2022 ini. Jumlah tersebut terhitung meningkat 16,6 persen dibandingkan realisasi penarikan uang tunai pada momen yang sama tahun 2021 (year on year/yoy) yang masih sebesar Rp154,5 triliun.

Porsi pertumbuhan tersebut sendiri juga terhitung lebih tinggi dibanding porsi pertumbuhan transaksi penarikan uang tunai pada momen Ramadan dan Idul Fitri tahun 2019 ke 2020 yang tercatat sebesar 9,21 persen.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, menyebut bahwa realisasi tersebut masih dalam kisaran alokasi uang tunai yang telah dipersiapkan BI guna mengantisipasi kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2022. 

"Sejalan dengan itu, transaksi non tunai melalui BI-FAST yang tetap beroperasi penuh selama libur Idul Fitri juga mengalami peningkatan. Nominal transaksi BI-FAST bulan April 2022 tumbuh sebesar 51,88% (mtm), mencapai Rp100,25 triliun dan secara volume tumbuh 32,72% (mtm), mencapai 24,55 juta transaksi. Nominal transaksi tertinggi terjadi pada H-7 Idul Fitri (25/4) sebesar Rp5,93 triliun dengan volume sebanyak 1,28 juta transaksi," jelas Erwin di Jakarta, Senin (9/5/2022). 

Kinerja tahunan penarikan uang tunai selama Ramadhan dan Idul Fitri 2022 di setiap wilayah di Indonesia secara umum mengalami pertumbuhan. Wilayah dengan penarikan tunai tertinggi, yaitu Jawa sebesar Rp110,1 triliun, tumbuh 19,6 persen (yoy) dan tertinggi kedua Sumatera sebesar Rp35,3 triliun, tumbuh 6,5 persen (yoy). Menyusul kemudian, Sulawesi-Maluku-Malut-Papua (Sulampua) sebesar Rp15,0 triliun, tumbuh 13,3 persen (yoy), Kalimantan sebesar Rp12,5 triliun, tumbuh 15,2 persen (yoy), serta Bali-NTT-NTB (Bali Nusra) sebesar Rp7,4 triliun, tumbuh 42,4 persen (yoy).

"Dari sisi penukaran uang, BI mencatat jumlah penukaran uang melalui BI selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 1443 H sebesar Rp1,3 triliun. BI menyediakan layanan penukaran ritel atau kas keliling BI di 468 titik penukaran yang tersebar di seluruh Indonesia mulai tanggal 5 – 28 April 2022. Selain itu, perbankan juga memberikan layanan penukaran kepada masyarakat melalui jaringan kantor perbankan yang jumlahnya mencapai 5.013 titik penukaran di seluruh Indonesia. Tahun ini, BI menghadirkan aplikasi Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR) untuk mendukung layanan penukaran ritel kas keliling BI agar penukaran semakin Mudah, Aman, Nyaman, Terjamin, Akurat, serta Pasti (Mantap)," jelasnya.

Untuk mendorong animo masyarakat serta memanfaatkan momentum lebaran yang mengusung tema "Serambi Rupiah Ramadan: Belanja Bijak dan Rawat Rupiah", BI turut menghadirkan berbagai kegiatan edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah (CBP) Rupiah. Melalui momentum ini, BI menyampaikan edukasi CBP Rupiah melalui kegiatan antara lain Program kepada anak-anak dengan kegiatan story telling dan permutaran film edukasi, Perlombaan DAI Cilik nasional, Perlombaan Augmented Realty (AR) Rupiah, Video Edukasi (ILM dan Tausiyah), serta Program Kunjungan ADG BI ke pondok pesantren. 

"Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelaksanaan Webinar Serambi CBP Rupiah. Selanjutnya, BI senantiasa mengimbau seluruh masyarakat untuk mendorong perilaku CBP Rupiah dengan merawat dan mencintai Rupiah, senantiasa bangga dan menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi, serta menjaga pola perilaku belanja bijak dan sesuai kebutuhan," pungkasnya. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD