Senada dengan Praaska, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Emira E Oepangat menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan publik melalui transparansi kinerja perusahaan. Sebab, tingkat solvabilitas (RBC) yang sehat adalah parameter utama yang dilihat nasabah sebelum memutuskan untuk berasuransi.
"Ya, kalau dari kami, bagaimana para anggota ini mendapatkan trust dari nasabahnya maupun dari masyarakat. Dan sepertinya, acara ini salah satu menjadi sarana. Karena dengan adanya acara seperti ini, masyarakat jadi tahu, misal 'the RBC is good'. Misal kinerja perusahaannya bagaimana? Karena itu semua sangat tergantung sama perusahaannya kalau trust itu," kata dia.
Emira menekankan pentingnya literasi perlindungan bagi masyarakat yang kini cenderung bergeser pada pola keluarga inti. Sehingga, industri perlu memformulasikan mekanisme perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan modern agar asuransi tidak lagi dianggap sebagai opsi kesekian.
"Yang kedua, edukasi dan literasi. Jadi memang, edukasi dan literasi ini harus sangat terus digema-gemakan. Karena apa? Dari kecil kita yang dikasih tahu itu menabung. Menabung pakai celengan ayam. Dari SD, diajari tiap minggu nabung 100 perak. Enggak pernah itu zaman dulu diajari proteksi. Iya, kan? 'Ayo beli asuransi'," ujar Emira.