Sebagai bagian dari program pembiayaan perdagangan dan rantai pasok ADB, Bank SMBC Indonesia memastikan kemitraan ini berjalan selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Standar tersebut mencakup proses uji tuntas nasabah, kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, serta pemantauan portofolio secara berkesinambungan demi mendukung penerapan praktik perbankan yang mengedepankan asas kehati-hatian sesuai standar internasional.
Fasilitas pembiayaan perdagangan dan rantai pasok ini diposisikan sebagai salah satu instrumen strategis perseroan untuk bertumbuh bersama nasabah di setiap mata rantai nilai, dengan terus mengoptimalkan keandalan sistem dan variasi produk mulai dari skala korporasi hingga segmen mikro.
Akselerasi pembiayaan ini sejalan dengan kinerja positif pada segmen korporasi dan komersial Bank SMBC Indonesia. Hingga akhir Juni 2026, perseroan membukukan pertumbuhan kredit konsolidasi di segmen korporasi dan komersial sebesar 12,8 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp116,5 triliun.
Tren ekspansi pembiayaan yang solid turut ditunjukkan oleh lini bisnis lainnya. Portofolio kredit platform perbankan digital Jenius tercatat tumbuh 9,9 persen secara tahunan menjadi Rp3,69 triliun, BTPN Syariah membukukan kenaikan 8,7 persen secara tahunan mencapai Rp11,03 triliun, serta pembiayaan melalui entitas anak usaha OTO & SOF meningkat 5,8 persen secara tahunan menjadi Rp31,89 triliun.
“Kolaborasi ini semakin memperkuat peran Bank SMBC Indonesia sebagai mitra keuangan tepercaya dalam mendukung aktivitas perdagangan dan rantai pasok di Indonesia. Sinergi ini diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi dunia usaha, meningkatkan ketahanan ekosistem perdagangan, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Saito.
(Rahmat Fiansyah)