Untuk mengejar sisa kuota tersebut, SMF telah menyalurkan dana antara Rp8 triliun hingga Rp9 triliun sepanjang tahun 2025. Jumlah ini tercatat lebih besar dibandingkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp6,8 triliun yang diterima perseroan pada tahun yang sama, sehingga penerbitan surat utang menjadi solusi untuk menambal selisih dana tersebut.
Dalam arsitektur program 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah, SMF memegang peran krusial sebagai penyedia 25 persen dari total pembiayaan FLPP secara nasional. Sementara itu, sisa 75 persen pendanaan disokong oleh pemerintah melalui Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).
Sejak memulai kontribusinya pada 2018 hingga saat ini, SMF tercatat telah menyalurkan total akumulasi dana sekitar Rp34 triliun. Dana tersebut telah membantu akses kepemilikan hunian bagi kurang lebih 904.000 unit rumah di seluruh Indonesia.
(Febrina Ratna Iskana)