AALI
9325
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
735
ACST
202
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
800
ADMF
8200
ADMG
176
ADRO
3150
AGAR
322
AGII
2250
AGRO
760
AGRO-R
0
AGRS
112
AHAP
106
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
157
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1165
AKSI
272
ALDO
755
ALKA
292
ALMI
302
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.49
1.15%
+6.13
IHSG
7133.45
0.57%
+40.18
LQ45
1016.36
1.05%
+10.57
HSI
19830.52
-1.05%
-210.34
N225
28868.91
-0.01%
-2.87
NYSE
0.00
-100%
-15804.38
Kurs
HKD/IDR 190
USD/IDR 14,725
Emas
840,925 / gram

Sri Mulyani Prediksi Suku Bunga BI Bakal Naik ke 4,5 Persen di 2022

BANKING
Michelle Natalia
Rabu, 27 Juli 2022 17:59 WIB
Sejak Februari hingga Juli Bank Indonesia terus mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-day Reversw Repo Rate sebesar 3,50 persen.
Sri Mulyani Prediksi Suku Bunga BI Bakal Naik ke 4,5 Persen di 2022 (FOTO: MNC Media)
Sri Mulyani Prediksi Suku Bunga BI Bakal Naik ke 4,5 Persen di 2022 (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Sejak Februari hingga Juli Bank Indonesia terus mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-day Reversw Repo Rate sebesar 3,50 persen. Namun melihat kondisi global saat ini, diperkirakan BI akan menaikkan suku bunga hingga jadi 4,5 persen tahun ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan suku bunga acuan BI akan naik sebanyak 100 bps atau mencapai 4,5 persen hingga akhir 2022.

"Kemungkinan ada kenaikan BI rate sebesar 100 bps hingga akhir tahun," ujar Sri dalam konferensi pers APBN KITA edisi Juli 2022 di Jakarta, Rabu (27/7/2022).

Selama 18 bulan terakhir, BI tetap kokoh menahan suku bunga acuan di 3,5 persen. Hal ini semata-mata demi mendorong pemulihan ekonomi Indonesia pasca pandemi COVID-19. 

Tujuan kenaikan suku bunga acuan BI pada dasarnya adalah untuk menyeimbangkan selisih dengan suku bunga Amerika Serikat (AS). Sebagaimana diketahui, bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve atau The Fed terus menaikkan suku bunganya secara agresif. 

Tak hanya itu, menaikkan suku bunga acuan ini juga penting untuk meningkatkan daya tarik Indonesia di mata investor. (RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD