AALI
9650
ABBA
222
ABDA
5500
ABMM
2140
ACES
775
ACST
160
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
755
ADMF
8000
ADMG
170
ADRO
2720
AGAR
316
AGII
2000
AGRO
660
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
55
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
140
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1425
AKRA
960
AKSI
284
ALDO
820
ALKA
298
ALMI
290
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/07/01 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
519.46
-1.84%
-9.76
IHSG
6794.33
-1.7%
-117.25
LQ45
974.33
-1.78%
-17.61
HSI
0.00
-100%
-21996.89
N225
25935.62
-1.73%
-457.42
NYSE
0.00
-100%
-14599.59
Kurs
HKD/IDR 1,904
USD/IDR 14,960
Emas
863,215 / gram

Suku Bunga Terus Naik, The Fed Akui Berpotensi Picu Resesi

BANKING
Taufan Sukma/IDX Channel
Kamis, 23 Juni 2022 11:11 WIB
kebijakan itu tetap harus dilakukan guna menekan posisi inflasi yang juga dinilai semakin mengkhawatirkan.
Suku Bunga Terus Naik, The Fed Akui Berpotensi Picu Resesi (foto: MNC Media)
Suku Bunga Terus Naik, The Fed Akui Berpotensi Picu Resesi (foto: MNC Media)

IDXChannel - Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserves/The Fed), Jerome Powell, mengakui bahwa potensi terjadinya resesi terbuka lebar seiring dengan kebijakannya menaikkan suku bunga acuan secara agresif. Namun, kebijakan itu tetap harus dilakukan guna menekan posisi inflasi yang juga dinilai semakin mengkhawatirkan.

"(Kondisi) Ini sama sekali bukan hasil yang kami inginkan, tapi harus diakui bahwa (resesi) itu pasti sebuah kemungkinan (yang bisa saja terjadi)," ujar Powell, saat menghadiri rapat dengan Komite Senat untuk Urusan Perbankan, Perumahan dan Perkotaan , di Washington, Rabu (22/6/2022).

Menurut Powell, fokus utama pihaknya saat ini adalah menurunkan inflasi secepatnya dan dengan dampak kerusakan yang seminimal mungkin. Langkah ini harus dilakukan dengan kesadaran bahwa inflasi tinggi bakal memantik kesulitan besar di masyarakat karena menurunkan kemampuan dalam memenuhi biaya kebutuhan pokok sehari-hari, mulai dari kebutuhan pangan, perumahan dan juga transportasi.

"Kami sangat sadar bahwa inflasi (yang tinggi) akan menimbulkan kesulitan yang signifikan. Kami berkomitmen kuat untuk menurunkannya, dan kami bergerak dengan cepat," tutur Powell.

Pernyataan Powell tersebut disampaikan guna menjawab pertanyaan dari Senator Demokrat, Elizabeth Warren, yang mengingatkan The Fed bahwa kebijakan kenaikan suku bunga yang agresif tidak akan banyak membantu meredakan guncangan pasokan yang telah menaikkan harga-harga kebutuhan pokok. Justru, kenaikan suku bunga disebut Elizabeth bakal memicu kenaikan angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) seiring dunia usaha yang mulai kolaps.

"Apakah Anda menyadari apa kondisi yang lebih buruk dari inflasi tinggi? (Jawabannya) Adalah bahaya resesi dengan jutaan orang kehilangan pekerjaan. Saya harap Anda mempertimbangkan kembali (kebijakan kenaikan suku bunga) sebelum mendorong perekonomian AS menuju jurang," ujar Warren.

Menjawab keluhan dari Warren, Powell pun menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak berniat memicu resesi dan justru semata-mata ingin memastikan stabilitas harga-harga kebutuhan pokok sehingga masih bisa diakses dengan baik oleh masyarakat.

"(Kami sepakat) Bahwa sangat penting untuk memulihkan stabilitas harga. (Yang kami lakukan) Tidak memprovokasi (terjadinya resesi), dan memang kami tidak berpikir perlu memprovokasi (terjadinya) resesi," tegas Powell. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD