“Sebuah keputusan yang berani”, taktis dan antisipatif (preemptive) untuk menopang penguatan ekonomi di tengah indikasi melemahnya sendi-sendi perekonomian,” katanya.
Lebih jauh, langkah BI dinilai mendahului keputusan bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve yang baru akan memotong Fed Funds Rate (FFR) pada esok hari, Kamis (19/9/2024) dini hari.
“Akhirnya, semoga “jamu manis” dari RDG BI ini betul-betul mampu tertransmisi secara efektif dalam penurunan suku bunga perbankan dan non-perbankan serta mendongkrak permintaan kredit atau pinjaman,” tutur dia.
(DESI ANGRIANI)