sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Tiga Bank Sentral Tahan Suku Bunga Kebijakan di Tengah Konflik Memanas Timur Tengah

Banking editor Kunthi Fahmar Sandy
20/03/2026 07:59 WIB
Bank of Canada dan Federal Reserve mempertahankan suku bunga kebijakan mereka pada hari Rabu
Tiga Bank Sentral Tahan Suku Bunga Kebijakan di Tengah Konflik Memanas Timur Tengah (FOTO:iNews Media Group)
Tiga Bank Sentral Tahan Suku Bunga Kebijakan di Tengah Konflik Memanas Timur Tengah (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Bank of Canada dan Federal Reserve mempertahankan suku bunga kebijakan mereka pada hari Rabu, diikuti oleh Bank of England (BoE) dan European Central Bank (ECB) pada hari Kamis.

Ketiga bank sentral tersebut meningkatkan perkiraan inflasi mereka untuk tahun ini dan memperhitungkan lonjakan harga minyak akibat konflik Iran.

Dilansir dari laman Investing Jumat (20/3/2026), Fed, ECB, dan BoE juga memperingatkan bahwa situasi di Timur Tengah masih berkembang dan terlalu dini untuk mengetahui dampak ke depannya. Bahkan, ketiga bank tersebut mengatakan mereka akan tetap dalam mode tunggu dan amati dan siap bertindak jika diperlukan. Adapun grafik proyeksi suku bunga terbaru dari The Fed tampaknya masih menyisakan kemungkinan penurunan suku bunga di akhir tahun ini.

Berbicara tentang kebijakan moneter, kalender ekonomi pada Kamis memberikan beberapa petunjuk bagi The Fed mengenai kondisi pasar tenaga kerja dan perumahan AS. Jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim pengangguran awal dalam seminggu terakhir turun menjadi 205 ribu, lebih rendah dari yang diperkirakan.

Secara terpisah, penjualan rumah baru di AS anjlok 17,6 persen secara bulanan menjadi 587 ribu unit pada Januari, level terendah sejak Oktober 2022.

"Pertemuan FOMC hari Rabu memberikan sedikit kenyamanan bagi pasar yang sudah gelisah, karena jelas bahwa lonjakan harga minyak, yang kemungkinan merupakan guncangan sementara menyebabkan bank sentral menunda rencana penurunan suku bunga. Itu mengecewakan bagi pasar yang awal tahun ini memperkirakan bank sentral akan jauh lebih lunak," kata Dennis Follmer, Kepala Investasi di Montis Financial.

Adapun harga saham berada dalam kisaran perdagangan sepanjang tahun ini, dan terus berfluktuasi antara batas atas dan bawah kisaran perdagangan berdasarkan pergerakan harga minyak.

"Dari sudut pandang pasar, harga minyak sekarang tidak hanya mendorong harga saham, tetapi juga kebijakan Federal Reserve, dan meskipun ini mungkin merupakan fenomena jangka pendek, inilah yang sedang dihadapi pasar saat ini,” kata Follmer.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement