IDXChannel - Bank Indonesia (BI) mencatat, pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Januari 2026 tetap tinggi. Hal ini didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, volume transaksi pembayaran digital (melalui aplikasi mobile dan internet) mencapai 4,79 miliar transaksi atau tumbuh 39,65 persen (yoy) pada Januari 2026.
"Hal tersebut didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital," ujarnya dalam konferensi pers RDG BI di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Dia menerangkan, volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 10,00 persen (yoy) dan 23,25 persen (yoy), termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 131,47 persen (yoy).
"Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant," kata dia.
Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 455 juta transaksi atau tumbuh 34,41 persen (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp1.176 triliun pada Januari 2026.
Sementara itu, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 0,86 juta transaksi atau tumbuh 7,60 persen (yoy), dengan nilai sebesar Rp19.555 triliun pada Januari 2026. Dari sisi pengelolaan uang rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 12,41 persen (yoy) menjadi Rp1.267 triliun pada Januari 2026.
(Dhera Arizona)