BSI menilai bisnis emas menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru karena mampu menjangkau segmen nasabah yang lebih luas, tidak hanya masyarakat muslim. Perseroan juga mencatat pertumbuhan yang kuat pada produk gadai emas dan cicil emas sejak peluncuran layanan tersebut.
"Setelah modernisasi sistem dilakukan, availability sistem BSI mencapai 99,99 persen dengan kapasitas penggunaan sistem baru yang masih berada di bawah 5 persen. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan sistem sebelumnya yang telah mencapai utilisasi 80 hingga 100 persen, sehingga memberikan ruang yang besar untuk ekspansi bisnis dan pengembangan layanan digital di masa mendatang," lanjutnya.
BSI juga mencatat peningkatan kecepatan layanan sebesar 10 hingga 50 persen setelah implementasi sistem baru. Proses operasional yang sebelumnya memerlukan waktu hingga empat jam kini dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari dua jam, sementara layanan di cabang untuk pembiayaan dan transfer domestik menjadi sekitar 30 persen lebih cepat.
Ke depan, BSI akan mengandalkan platform digital BYOND untuk nasabah individu dan BEWISE untuk segmen korporasi sebagai mesin pertumbuhan baru. Perseroan optimistis transformasi digital yang dilakukan saat ini akan menjadi fondasi penting dalam mencapai target pertumbuhan bisnis hingga 2030.
(Shifa Nurhaliza Putri)