AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22229.52
2.35%
+510.46
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Waspada! Modus Begal Rekening Terus Mengintai, Lima Menit Uang Raib

BANKING
Kunthi Fahmar Sandy
Rabu, 15 Juni 2022 12:46 WIB
Cara kerja dari social engineering atau Soceng dapat dikatakan cukup cepat bahkan kurang dari 5 menit.
Waspada! Modus Begal Rekening Terus Mengintai, Lima Menit Uang Raib (FOTO:MNC Media)
Waspada! Modus Begal Rekening Terus Mengintai, Lima Menit Uang Raib (FOTO:MNC Media)

IDXChannel  – Waspada modus soceng menjadi viral diperbincangkan warganet. Berisi modus social engineering yang marak terjadi  jadi trending topic nomor #1 di twitter, pada Rabu (15/6/2022). Social engineering, biasa disebut dengan kata 'soceng' untuk komunitas hacker di Indonesia.

Berdasarkan keterangan pers Indonesia Darurat Soceng, cara kerja dari social engineering atau Soceng dapat dikatakan cukup cepat bahkan kurang dari 5 menit. Pelaku berkomunikasi dengan korbannya melalui telepon ataupun layanan pesan singkat maupun chatting.

"Pelaku berusaha untuk menipu korban agar memberikan akses terhadap data-data pribadi seperti nomor kartu kredit, PIN, OTP, CVV/CVC, nama ibu kandung dan data personal lainnya. Dan boom saldo di rekening dapat raib," tulis keterangan tersebut Rabu (15/6/2022).

Setelah memberikan akses data pribadi, pelaku langsung mengambil seluruh data yang diberikan sebelum korbannya sadar bahwa ia telah ditipu dan telah memberikan akses terhadap data pribadi  kepada orang yang tidak dikenal.

Serangan social engineering dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti melalui telepon, file yang di download, popup palsu, hingga yang paling sering, link palsu.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD