AALI
9475
ABBA
0
ABDA
7050
ABMM
785
ACES
1455
ACST
282
ACST-R
0
ADES
1670
ADHI
1100
ADMF
8175
ADMG
164
ADRO
1170
AGAR
430
AGII
1080
AGRO
1000
AGRO-R
0
AGRS
302
AHAP
74
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
294
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
496
AKRA
3110
AKSI
800
ALDO
840
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
302
Market Watch
Last updated : 2021/04/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
476.24
0.22%
+1.05
IHSG
5994.18
0.02%
+0.94
LQ45
893.96
0.13%
+1.17
HSI
28755.34
0.47%
+133.42
N225
29188.17
2.38%
+679.62
NYSE
0.00
-100%
-15944.61
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,515
Emas
835,643 / gram

Anies Beberkan Penyebab Utama Banjir di Jakarta

ECONOMIA
Minggu, 21 Februari 2021 15:57 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membebarkan penyebab utama banjir yang mengepung sebagian wilayah DKI Jakarta.
Anies Beberkan Penyebab Utama Banjir di Jakarta (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membebarkan penyebab utama banjir yang mengepung sebagian wilayah DKI Jakarta. Walau sudah berangsur surut, banjir masih merendam 17 rukun warga di sejumlah wilayah.

Hujan deras yang mengguyur Ibu Kota dan sejumlah daerah penyangga menyebabkan adanya kiriman air ke Jakarta. Misalnya Depok, Jawa Barat, aliran air masuk Jakarta melalui Kali Krukut.

Hujan lokal di kawasan Depok menyebabkan penambahan debit air di Kali Krukut. Daya tampung kali yang tidak sebanding dengan debit air menyebabkan luapan air di permukiman warga. Kondisi ini yang menjadi manjir mengalir hingga di kawasan elit Jakarta tersebut. 

"Kawasan-kawasan yang tergenang cukup banyak kemarin karena terlewati sungai Krukut seperti misalnya, kawasan Kemang, Tendean, Widya Candra, bahkan kawasan Jalan Jendral Sudirman, itu kelewatan dengan Kali Krukut, Kali Krukut-nya," uajr Anies Minggu (21/2/2021). 

Meski begitu, debit air di sungai tersebut sudah kembali pada titik normal karena hujan  tidak lagi mengguyut Jakarta dan daerah-daerah setempat sejak Minggu pagi tadi. Upaya penannganan banjir juga dilakukan melalui kegiatan pemompaan yang dilakukan sejumlah pihak. 

"Alhamdullilah, tadi malam sudah mulai surut dan proses pemompaan berjalan terus hingga menjelang subuh (Minggu), sehingga kita bisa menyaksukan pagi ini, jalan-jalan itu sudah kering dan sudah bisa dilewati kendaraan dengan baik," katanya. 

Selain Kali Krukuk, aliran air yang kembali pada titik normal adalah Kali Ciliwung,  Sunter, dan Persanggrahan. Kenormalan permukaan aliran air terjadi sejak pagi tadi. 

Meski demikian, masih ada air kiriman dari wilayah Tanggerang ke Jakarta melalui Kali Anke. Anies menyebut, Kali Angke masih menerima begitu banyak kiriman air sehingga kawasan-kawasan kanan dan kiri sungai itu masih terdapat genangan. 

"Di hulu sungai Anke, persis seperti pertemuan dengan teman-teman (wartawan) sudah mulai ada penurunan, tapi perlu waktu beberapa jam untuk kemudian turun ke Jakarta, ini semua nanti dari Angke bermuara dari Cengkareng," tutur dia.

Anies mencatat, hingga Minggu (21/2/2021) genangan air masih terjadi.

"Per siang ini jumlah RW yang masih tergenang air ada 17 dari kemarin sebanyak 113 RW. Jadi alhamdullilah proses penyusutan berjalan dengan baik," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Saaat ini seluruh jajaran Pemprov DKI tengah melakukan upaya penanganan akubat banjir.  Mulai dari membersihkan sampah hingga penangana warga yang melakukan pengungsian di posko-posko darurat. 

Ihwal posko pengungsian, kata Anies, saat ini tinggal 10 posko saja, yang semula tercatat ada 44. 10 pos darurat itu masih digunakan warga untuk sementara waktu sambari membersihkan bekas banjir di rumah mereka masing-masing. Meski begitu, dia tidak menyebut warga akan bertahan hingga berapa lama nantinya. 

"10 ini masih digunakan dan seperti juga pengalaman selama ini, pengungsi tidak berada di lokasi pengungsian secara terus-menerus, mereka menggunakan sebagai tempat sementara sambil membersihkan rumah, jadi lokasi-lokasi ini masih akan dipertahankan sampai benar-benar mereka bisa kembali ke rumah masing-masing," tutur dia. 

Pemerintah DKI Jakarta juga mencatat aliran air melalui sejumlah kali di wilayah Jakarta telah mencapai titik normalnya. Sebelumnya, air kali melewati titik normal akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Jumat malam kemarin. 

Aliran air yang kembali pada titik normal adalah Kali Ciliwung, Krukut, Sunter, dan Persanggrahan. Kenormalan permukaan aliran air terjadi sejak pagi tadi. Pemda DKI menilai banjir yang melanda sejumlah lokasi di Ibu Kota pada Jumat hingga Sabtu kemarin akibat dampak air kiriman dari sejumlah wilayah di luar Jakarta. Depok, Jawa Barat, misalnya aliran air masuk melalui Kali Krukut.

Dengan begitu, Kali Krukut meluap karena mengalami penambahan debit air dari hujan lokal dari kawasan Depok. Luapan air dari Kali Krukut menyebabkan banjir di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, dan di sisi Jalan Sudirman 

“Di hulunya terjadi curah hujan yang sangat tinggi tercatat 136 mm per hari. Kemudian lintas airnya melewati dua sungai, satu Kali Mampang dan dua Kali Krukut. Kedua aliran kali itu bertemu di belakang LIPI. Lalu mengalir ke Sudirman. Jadi saat ini adalah dampak dari air kiriman dari kawasan tengah sekitar Depok,” kata Anies. 

Meski demikian, masih ada air kiriman dari wilayah Tanggerang ke Jakarta melalui Kali Anke. Anies menyebut, Kali Angke masih menerima begitu banyak lkiriman air sehingga kawasan-kawasan kanan dan kiri sungai itu masih terdapat genangan. 

"Di hulu sungai Anke, persis seperti pertemuan dengan teman-teman (waetawan) sudah mulai ada penurunan, tapi perluh waktu beberapa jam untuk kemudian turun ke Jakarta, ini semua nanti dari Angke bermuara dari Cengkareng," tutur dia. 

Saaat ini seluruh jajaran Pemprov DKI telah melakukan upaya untuk membersihkan sampah di aliran sungai. Pemprov juga sudah mengerahkan pompa mobile baik di kawasan Sudirman maupun di Kemang yang menjadi aliran Kali Krukut untuk selanjutnya dialirkan ke Kanal Banjir Barat (KBB). (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD