AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Imbas Amblas Tol Cipali, Kendaraan Berat Belum Bisa Lewat 1,5 Bulan

ECONOMIA
Jum'at, 19 Februari 2021 17:30 WIB
Proses perbaikan di tol Cipali masih terus berjalan, diperkirakan kendaraan berat baru bisa mengakses jalur ini sekitar 1,5 bulan.
Kendaraan berat baru bisa melintas tol Cipali paling lama dalam waktu 1,5 bulan.(Foto: MNC Media)
Kendaraan berat baru bisa melintas tol Cipali paling lama dalam waktu 1,5 bulan.(Foto: MNC Media)

IDXChannel - Proses perbaikan di tol Cikopo-Palimanan (Cipali) karena jalan amblas masih terus dilakukan. Kondisi ini menyebabkan semua kendaraan berat dialihkan ke jalur Pantura, diperkirakan kendaraan berat baru bisa mengakses jalur ini sekitar 1,5 bulan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, mengatakan, akan melakukan evaluasi pembatasan Cipali jika proses perbaikan jalan yang amblas. Menurutnya, pembatasan kendaraan berat hanya berlaku selama masa perbaikan.

Artinya jika perbaikan sudah rampung ada kemungkinan kendaraan berat bisa kembali melalui jalan tol Cipali. Adapun perbaikan permanen jalan tol Cipali yang amblas di Kilometer (Km) 122 sendiri memakan waktu 1,5 bulan. 

“Nanti kita akan evaluasi pembatasan yang Cipali ini kan selama perbaikan jalan tol Km 122 kalau sudah normal kita buka lagi untuk kendaraan barang bisa melalui jalan tol Cipali,” ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (19/2/2021). 

Menurut Budi, lalu lintas di jalan Pantura yang merupakan jalur alternatif kendaraan berat juga sudah tidak masalah. Sebab wilayah Subang hingga Indramayu yang semula dilanda banjir sudah mulai surut dan bisa dilalui oleh kendaraan berat lagi. 

“Sudah normal pantura sudah enggak banjir lagi,” ucapnya. 

Sementara itu, Direktur Operasi Lintas Marga Sedaya (LMS) Astra Tol Cipali, Agung Prasetyo, mengatakan tidak ada kendala berarti dalam proses pengerjaan dan perbaikan jalan amblas di tol Cipali. Karena pihaknya tetap mengacu dan terus memantau prediksi cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Agung menjelaskan, progress pekerjaan pembuatan jalan sementara di median KM 122 terdiri dari 4 tahapan. Keempat tahapan tersebut yaitu design, shortcut, detour dan konstruksi.

Pekerjaan pemasangan platform bore pile untuk pembuatan detour jalan sementara sepanjang 200 m sudah selesai dilakukan. Dan saat ini sedang berlangsung pekerjaan konstruksi.

“Saat ini sedang dilakukan pekerjaan konstruksi untuk pembuatan jalan sementara sepanjang 200 meter,” jelas Agung. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD