AALI
9300
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2470
ACES
690
ACST
161
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
775
ADMF
8200
ADMG
175
ADRO
3130
AGAR
312
AGII
2310
AGRO
855
AGRO-R
0
AGRS
119
AHAP
107
AIMS
248
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1200
AKSI
274
ALDO
770
ALKA
300
ALMI
290
ALTO
194
Market Watch
Last updated : 2022/08/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.59
0.44%
+2.37
IHSG
7084.66
0.39%
+27.31
LQ45
1007.80
0.4%
+4.03
HSI
20201.94
0.14%
+27.90
N225
28175.87
0.87%
+243.67
NYSE
0.00
-100%
-15267.16
Kurs
HKD/IDR 545
USD/IDR 14,925
Emas
858,734 / gram

Pengentasan Kemiskinan Selandia Baru, Bagikan Pembalut Gratis Senilai Rp252 Miliar

ECONOMIA
Kamis, 18 Februari 2021 20:30 WIB
Pemerintah Selandia Baru memutuskan untuk mengucurkan dana sebesar USD18 juta (Rp252 miliar) untuk membantu warga yang tidak mampu di negerinya.
Pengentasan Kemiskinan Selandia Baru, Bagikan Pembalut Gratis Senilai Rp252 Miliar. (Foto: MNC Media)
Pengentasan Kemiskinan Selandia Baru, Bagikan Pembalut Gratis Senilai Rp252 Miliar. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah Selandia Baru memutuskan untuk mengucurkan dana sebesar USD18 juta (Rp252 miliar) untuk membantu warga yang tidak mampu di negerinya. Dana itu nantinya akan dibelikan produk menstruasi dan akan dibagikan kepada siswi-siswi di semua sekolah dengan cuma-cuma.

Kebijakan ini rencananya akan dilaksanakan mulai Juni mendatang. Langkah ini mengikuti program percontohan yang berhasil tahun lalu di 15 sekolah dan akan dilakukan hingga 2021 mendatang.

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan di negeri itu. Sebab, diketahui sejumlah siswi memilih membolos karena tidak mampu membeli produk seperti tampon dan pembalut wanita.

“Kaum muda tidak boleh ketinggalan pendidikan karena sesuatu yang merupakan bagian normal dari kehidupan setengah populasi,” terang Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Jacinda Ardern.

Ardern mengatakan, satu dari 12 anak muda di Selandia Baru tidak bersekolah karena tidak mampu membeli produk menstruasi. Sehinggam pemerintah merasa pembagian produk haid gratis adalah salah satu cara untuk mengatasi kemiskinan, meningkatkan kehadiran di sekolah, dan "memberikan dampak positif pada kesejahteraan anak-anak."

Pada November tahu lalu, Skotlandia menjadi tempat pertama di dunia yang menawarkan produk sanitasi gratis bagi "siapa pun yang membutuhkannya", termasuk di tempat umum.

Di Inggris, produk menstruasi gratis diluncurkan di semua sekolah dasar (SD) dan menengah tahun lalu. Sejumlah negara bagian Amerika Serikat (AS) juga telah mengesahkan undang-undang yang mewajibkan produk menstruasi gratis harus disediakan di sekolah. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD