AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Pengentasan Kemiskinan Selandia Baru, Bagikan Pembalut Gratis Senilai Rp252 Miliar

ECONOMIA
Kamis, 18 Februari 2021 20:30 WIB
Pemerintah Selandia Baru memutuskan untuk mengucurkan dana sebesar USD18 juta (Rp252 miliar) untuk membantu warga yang tidak mampu di negerinya.
Pengentasan Kemiskinan Selandia Baru, Bagikan Pembalut Gratis Senilai Rp252 Miliar. (Foto: MNC Media)
Pengentasan Kemiskinan Selandia Baru, Bagikan Pembalut Gratis Senilai Rp252 Miliar. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah Selandia Baru memutuskan untuk mengucurkan dana sebesar USD18 juta (Rp252 miliar) untuk membantu warga yang tidak mampu di negerinya. Dana itu nantinya akan dibelikan produk menstruasi dan akan dibagikan kepada siswi-siswi di semua sekolah dengan cuma-cuma.

Kebijakan ini rencananya akan dilaksanakan mulai Juni mendatang. Langkah ini mengikuti program percontohan yang berhasil tahun lalu di 15 sekolah dan akan dilakukan hingga 2021 mendatang.

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan di negeri itu. Sebab, diketahui sejumlah siswi memilih membolos karena tidak mampu membeli produk seperti tampon dan pembalut wanita.

“Kaum muda tidak boleh ketinggalan pendidikan karena sesuatu yang merupakan bagian normal dari kehidupan setengah populasi,” terang Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Jacinda Ardern.

Ardern mengatakan, satu dari 12 anak muda di Selandia Baru tidak bersekolah karena tidak mampu membeli produk menstruasi. Sehinggam pemerintah merasa pembagian produk haid gratis adalah salah satu cara untuk mengatasi kemiskinan, meningkatkan kehadiran di sekolah, dan "memberikan dampak positif pada kesejahteraan anak-anak."

Pada November tahu lalu, Skotlandia menjadi tempat pertama di dunia yang menawarkan produk sanitasi gratis bagi "siapa pun yang membutuhkannya", termasuk di tempat umum.

Di Inggris, produk menstruasi gratis diluncurkan di semua sekolah dasar (SD) dan menengah tahun lalu. Sejumlah negara bagian Amerika Serikat (AS) juga telah mengesahkan undang-undang yang mewajibkan produk menstruasi gratis harus disediakan di sekolah. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD