Selandia Baru Resesi, Penurunan Ekonomi Terburuk Sejak 1955

Market News
Shifa Nurhaliza
Kamis, 17 September 2020 12:30 WIB
Selandia Baru ditetapkan alami resesi ekonomi setelah terjadi penurunan ekonomi terbesar sejak 1955 akibat lockdown selama pandemi Covid-19.
Selandia Baru Resesi, Penurunan Ekonomi Terburuk Sejak 1955. (Foto: Ist)

IDXChannel - Kabar terbaru datang dari Selandia Baru dimana negeri kiwi tersebut ditetapkan alami resesi ekonomi setelah terjadi penurunan ekonomi terbesar sejak 1955 akibat lockdown selama pandemi Covid-19.

Berdasarkan laporan Bloomberg, pada Kamis (17/9/2020), di kuartal II-2020, ekonomi Selandia Baru minus 12,4 persen setelah kuartal sebelumnya terkoreksi 0,1 persen.

Badan Statistik Selandia Baru mengonfirmasi penurunan tersebut menjadi yang terbesar sejak 1955 dan menjadi resesi pertama dalam satu dekade terakhir. Tekanan diprediksi berlanjut setelah pemerintah menutup pintu bagi turis asing termasuk dari Indonesia yang mengakibatkan pengangguran meningkat seiring dengan kebijakan subsidi gaji.

"Kontraksi yang disebabkan lockdown pada kuartal kedua hanyalah putaran pertama dari guncangan ekonomi ini. Kami belum benar-benar merasakan dampak penuh dari penutupan perbatasan dan kontraksi ekonomi global yang tajam" ujar ekonom senior ANZ Bank di Wellington, Miles Workman.

Data Badan Statistik Selandia Baru menunjukkan, resesi dipicu oleh output manufaktur yang turun 13 persen dari kuartal pertama dan konstruksi merosot 26 persen. Sedangkan konsumsi rumah tangga turun 12 persen, terutama pada belanja barang tahan lama dan perjalanan. Lalu, ekspor juga turun 16 persen dan impor merosot jauh hingga 25 persen. (*)

Baca Juga