AALI
10125
ABBA
232
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
272
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
1165
ADMF
0
ADMG
167
ADRO
1195
AGAR
410
AGII
1100
AGRO
900
AGRO-R
0
AGRS
595
AHAP
71
AIMS
480
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3220
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
238
ALMI
240
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/05/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
28013.81
0%
0.00
N225
28608.59
0%
0.00
NYSE
16355.62
0%
0.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,195
Emas
838,803 / gram

RI Mau Bangun Pusat Riset Herbal Kelas Dunia di Sumut

ECONOMIA
Sabtu, 13 Februari 2021 14:45 WIB
Menko Marves Luhut menyebut Indonesia memiliki 30.000 spesies herbal. Dengan adanya hal ini pemerintah ingin ada satu pusat riset herbal berkelas dunia.
RI Mau Bangun Pusat Riset Herbal Kelas Dunia di Sumut (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Indonesia memiliki 30.000 spesies herbal. Dengan adanya hal ini pemerintah ingin ada satu pusat riset herbal berkelas dunia.

Maka itu, pemerintah akan kembangkan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK), sebagai Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara (Sumut)

"Kami saat ini sedang kembangkan 
pusat riset herbal bersama dengan BPPT, dan 5 universitas (ITB, USU, UGM dan IPB serta Zhejiang University Tiongkok) yang dipimpin oleh IT Del," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/2/2021).

Menurut dia pusat riset ini juga akan melakukan penelitian pengembangan bibit-bibit hortikultura yang berkualitas tinggi. 

“Kawasan ini akan menjadi pusat bibit herbal dan hortikultura yang hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat," ungkap dia. 

Pusat bibit ini juga akan mendukung program ketahanan pangan selanjutnya seluas 2.000 Ha yang akan dibangun di dekat sini. Seperti pada kawasan food estate di Desa Ria-Ria yang telah berhasil dibagikan sertifikat lahan kepada masyarakat dimana setiap keluarga mendapatkan lahan seluas 1 (satu) sampai dengan 2 (dua) hektar.

"Lahan tersebut dapat menghasilkan keuntungan kurang lebih 25 juta rupiah tiap musim panen," jelasnya.

Nantinya akan dibangun jalan yang dapat mengintegrasikan antara kawasan food estate, kebun raya, dan juga TSTH2. Pembangunan jalan akan mulai ditangani pada bulan Maret 2021, ditargetkan akan dapat terhubung pada bulan Mei 2021 dan selesai pada bulan Juli 2021. 

Dengan adanya pembukaan jalan ini, maka akan memangkas waktu tempuh dari Bandara Silangit ke lokasi menjadi kurang lebih 45 menit.

Pada kawasan ini juga akan dibangun fasilitas pendukung TSTH2, laboratorium, taman koleksi, pembenihan dan penelitian, silvopastura, wisata alam, wisata buatan, kantor, mess bagi peneliti, serta guest house.

"Saya harap kita bisa tanam bibit bagus dan unggul disini, sehingga kita bisa bangga katakan ini bibit dari Pollung. Untuk itu, diharapkan masyarakat dan pemerintah harus saling bekerja sama, dan yang terpenting bekerja dengan hati," tandasnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD