AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

5 Penyebab Startup di RI Ramai-ramai Lakukan PHK

ECONOMICS
Ikhsan Permana SP/MPI
Jum'at, 27 Mei 2022 17:13 WIB
Sejumlah startup mulai mengencangkan ikat pinggangnya, salah satunya dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
5 Penyebab Startup di RI Ramai-ramai Lakukan PHK (FOTO: MNC Media)
5 Penyebab Startup di RI Ramai-ramai Lakukan PHK (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Sejumlah startup mulai mengencangkan ikat pinggangnya, salah satunya dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Setidaknya ada lima penyebab hal tersebut terjadi.

Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudistira mengungkapkan beberapa penyebab terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan oleh beberapa perusahaan rintisan. 

Berikut merupakan sebab utama terjadinya PHK yang disampaikan oleh Bhima ketika dihubungi, Jumat (27/5/2022).

1. Produk yang kalah bersaing
Banyaknya platform-platform baru yang menawarkan berbagai hal menarik menjadikan konsumen memiliki banyak pilihan sehingga sebagian startup kehilangan market share secara signifikan.

2. Kesulitan mencari pendanaan baru akibat investor lebih selektif memilih startup
Rata-rata perusahaan rintisan melakukan PHK karena mentoknya pendanaan karena tak kunjung mendapatkan investasi. Hal ini karena investor sekarang lebih berhati-hati dalam melakukan investasi.

3. Faktor makro ekonomi secara global
Makro ekonomi secara global penuh ketidakpastian, sehingga investor menghindari pembelian saham startup yang persepsi risikonya tinggi, terlebih ada kenaikan inflasi dan suku bunga di berbagai negara.

4. Pasar mulai jenuh dan hypersensitif terhadap promo dan diskon
Jika aplikasi tidak berikan diskon maka user menurun drastis. Jadi budaya mencoba layanan aplikasi karena promo mulai berakhir.

5. Pandangan bahwa paska pandemi user digital masih akan tinggi mulai terbantahkan
Pandemi memaksa masyarakat untuk go digital, tapi ketika mobilitas dilonggarkan banyak yang gunakan kesempatan untuk belanja di toko fisik.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah startup melakukan PHK terhadap sebagian karyawannya. Beberapa perusahaan beralasan keputusan PHK karyawan berkaitan dengan ekonomi makro, kepentingan reorganisasi atau terkait Sumber Daya Manusia (SDM). 

(RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD