AALI
9650
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
790
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
820
ADMF
8075
ADMG
176
ADRO
2950
AGAR
324
AGII
2090
AGRO
725
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1055
AKSI
294
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.61
-0.34%
-1.85
IHSG
6996.46
-0.28%
-19.60
LQ45
1007.64
-0.31%
-3.10
HSI
22418.97
0.85%
+189.45
N225
27049.47
0.66%
+178.20
NYSE
0.00
-100%
-14811.55
Kurs
HKD/IDR 1,888
USD/IDR 14,835
Emas
871,303 / gram

Linkaja hingga JD.ID Mulai PHK Karyawan, Pengamat Sebut Lawannya Sudah Jauh di Depan

ECONOMICS
Ikhsan PSP
Jum'at, 27 Mei 2022 11:51 WIB
Menurut Heru setelah reorganisasi,nantinya masing-masing layanan hanya akan memiliki tiga sampai empat pemain utama.
Linkaja hingga JD.ID Mulai PHK Karyawan, Pengamat Sebut Lawannya Sudah Jauh di Depan (FOTO:MNC Media)
Linkaja hingga JD.ID Mulai PHK Karyawan, Pengamat Sebut Lawannya Sudah Jauh di Depan (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Kabar mengejutkan datang dari platform perusahaan plat merah Linkaja, Zenius, SiCepat hingga e-commerce JD.ID. Sebab, mereka dikabarkan kompak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Beberapa perusahaan berdalih keputusan PHK karyawan berkaitan dengan ekonomi makro, kepentingan reorganisasi atau terkait Sumber Daya Manusia (SDM).

Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi mengatakan untuk meraih pengguna, startup rata-rata harus bakar uang. 

Sementara, pendanaan kian ke sini juga kian sulit, apalagi untuk layanan yang sudah melewati fase pertumbuhannya seperti e-commerce, pembayaran digital, travel dan edukasi digantikan dengan arah baru startup yang mengusung kecerdasan buatan, big data analytic, internet of things, maupun metaverse.

"Linkaja, Zenius, memang cukup berat karena pemain utamanya sudah jauh di depan. Kalau mau maju harus kuat bakar uang," ungkap Heru kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (27/5/2022).

Menurut Heru setelah reorganisasi,nantinya masing-masing layanan hanya akan memiliki tiga sampai empat pemain utama.

"Seperti transportasi online ya Gojek dan Grab, pembayaran digital ya Gopay, Ovo, lagi merangsek pasar shopeepay, begitu juga e-commerce," jelasnya.

Lebih lanjut ia menambahkan kalau pemain baru di bidang yang sama akan berat kecuali keuangannya kuat atau ada solusi layanan baru yang berbeda.

"Sejak awal memang bisa disebut bubble karena rentan dimana startup sebenarnya tidak miliki aset karena aset ada mitra. Sehingga yang tidak diminati masyarakat, dan masyarakat menjadi bagian dari mitra yang kuat, pasti akan rontok",

Heru juga menjelaskan target 25 unicorn yang dibuat oleh pemerintah akan menemui tantangan besar dan sudah tidak mudah lagi. "Kalau saya melihat ini bukan pecahnya gelembung, tapi gelembung mulai bocor," tuturnya. 

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD