sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ada Fenomena Rojali dan Rohana, Pengelola Mal Pede Transaksi Naik 15 Persen di Ramadan

Economics editor Tangguh Yudha
15/02/2026 13:11 WIB
Pengelola mal pptimistis transaksi meningkat pada Ramadan dan Idulfitri 2026. Meskipun, sebelumnya terdapat fenomena Rojali dan Rohana.
Ada Fenomena Rojali dan Rohana, Pengelola Mal Pede Transaksi Naik 15 Persen di Ramadan. (Foto: Tangguh Yudha/iNews Media Group)
Ada Fenomena Rojali dan Rohana, Pengelola Mal Pede Transaksi Naik 15 Persen di Ramadan. (Foto: Tangguh Yudha/iNews Media Group)

IDXChannel - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) tetap optimistis transaksi meningkat pada momentum Ramadan dan Idulfitri 2026. Meskipun, sebelumnya terdapat fenomena Rombongan Jarang Beli (Rojali) dan Rombongan Hanya Nanya (Rohana) di masyarakat.

Ketua Bidang Program Promosi DPP APPBI, Agung Gunawan, menjelaskan fenomena Rojali dan Rohana sejatinya sudah lama ada dan sebelumnya dikenal dengan istilah window shopping.

Dia mengatakan bahwa tidak semua pengunjung mal datang dengan tujuan berbelanja, ada yang memanfaatkan pusat perbelanjaan sebagai tempat bertemu atau sekadar makan dan minum.

"Sebetulnya kalau kita melihat kata Rojali, Rohana, itu dari dulu juga sudah ada.  Jadi buat kami fenomena Rojali, Rohana itu tidak terlalu signifikan karena pembelanjaan di mal itu masih tetap ada," ujar Agung saat dijumpai di Kota Kasablanka pada Jumat (13/2/2026).

APPBI justru optimistis menyambut momentum Ramadan dan Lebaran 2026. Asosiasi menargetkan peningkatan transaksi di pusat perbelanjaan sebesar 10-15 persen dibandingkan bulan biasa.

Agung menjelaskan, selama Ramadan pola konsumsi masyarakat cenderung meningkat, terutama di sektor makanan dan minuman.

Dia mengatakan, jika pada bulan biasa masyarakat umumnya melakukan satu kali makan siang dan satu kali makan malam di luar rumah, selama Ramadan aktivitas berbuka puasa bersama mendorong frekuensi kunjungan dan transaksi.

"Karena pertimbangannya kalau bulan biasa itu kan kita cuma 1 kali lunch, 1 kali dinner. Kalau bulan Ramadan, 1 kali lunch, 2 kali dinner. Karena biasanya yang buka puasa bersama itu banyak banget,” ujar Agung.

“Jadi otomatis kenaikan transaksi itu terdorong. Plus ada program seperti Midnight Sale dan THR. Jadi 10-15 persen itu pasti, more or less seluruh mal di Indonesia pasti tercapai," tambahnya.

Dari sisi trafik pengunjung, APPBI memperkirakan kenaikan hingga 20 persen selama bulan puasa. Peningkatan tersebut dinilai wajar mengingat pusat perbelanjaan menjadi salah satu lokasi favorit masyarakat untuk berbuka puasa bersama maupun bersantai menjelang waktu berbuka.

"Trafik itu biasanya bulan puasa naik 20 persen seperti itu. Karena mungkin banyak orang-orang yang kayak buka puasa bersama, seperti itu kan sudah hal yang lazimlah," tutur Agung.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement