Agung menjelaskan, selama Ramadan pola konsumsi masyarakat cenderung meningkat, terutama di sektor makanan dan minuman.
Dia mengatakan, jika pada bulan biasa masyarakat umumnya melakukan satu kali makan siang dan satu kali makan malam di luar rumah, selama Ramadan aktivitas berbuka puasa bersama mendorong frekuensi kunjungan dan transaksi.
"Karena pertimbangannya kalau bulan biasa itu kan kita cuma 1 kali lunch, 1 kali dinner. Kalau bulan Ramadan, 1 kali lunch, 2 kali dinner. Karena biasanya yang buka puasa bersama itu banyak banget,” ujar Agung.
“Jadi otomatis kenaikan transaksi itu terdorong. Plus ada program seperti Midnight Sale dan THR. Jadi 10-15 persen itu pasti, more or less seluruh mal di Indonesia pasti tercapai," tambahnya.
Dari sisi trafik pengunjung, APPBI memperkirakan kenaikan hingga 20 persen selama bulan puasa. Peningkatan tersebut dinilai wajar mengingat pusat perbelanjaan menjadi salah satu lokasi favorit masyarakat untuk berbuka puasa bersama maupun bersantai menjelang waktu berbuka.