IDXChannel - Target pertumbuhan ekonomi yang dipatok pemerintah hingga enam persen sebelum semester II-2026 dinilai bukan hal yang mudah dicapai.
Pemerintah disebut tidak bisa bergantung pada indikator seperti daya konsumsi dan angka Purchasing Managers' Index (PMI) saja.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan bahwa mesin pertumbuhan ekonomi mesti dipacu lagi di segala lini untuk mengejar target enam persen.
"Kalau mau setinggi itu berarti kan harus ada extra effort atau usaha yang lebih besar lagi daripada sekedar mengandalkan yang konsumsi rumah tangga," kata Faisal kepada IDXChannel, Sabtu (14/2/2026).
Dia tidak menafikan memang ada kenaikan daya konsumsi dan PMI yang ekspansif selama 5-6 bulan terakhir. Tapi, itu lebih didorong oleh momentum seperti hari raya Natal dan Tahun Baru 2026.