AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Ada Kecurangan di Tes CPNS, DPR Ungkap Modusnya

ECONOMICS
Erfan Maruf
Kamis, 18 November 2021 08:08 WIB
Kecurangan seleksi CPNS kembali terungkap, kali ini seleksi di Kementerian Hukum dan HAM yang membuat pengumuman seleksi harus ditunda.
Ada Kecurangan di Tes CPNS, DPR Ungkap Modusnya (FOTO: ilustrasi/MNC Media)
Ada Kecurangan di Tes CPNS, DPR Ungkap Modusnya (FOTO: ilustrasi/MNC Media)

IDXChannel - Kecurangan seleksi CPNS kembali terungkap, kali ini seleksi di Kementerian Hukum dan HAM yang membuat pengumuman seleksi harus ditunda.

Wakil ketua komisi II DPR RI Saan Mustopa meyebut terjadi kecurangan bermodus remote akses dalam pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS tahun 2021. Modus kecurangan tersebut dilakukan dengan mengakses komputer dari jauh saat tes berlangsung. 

"Ada orang membantu peserta untuk menyelesaikan soal-soal ujian SKD sehingga pelaku kecurangan dapat mengatur bank soal yang merupakan tempat kumpulan soal-soal agar dapat mengerjakan soal dengan cepat, mudah, dan benar jawabannya," ujar Saan dalam keterangan dari akun resmi DPR, Kamis (18/11/2021). 

Pemerintah dinilai belum optimal dalam melakukan upaya pencegahan dan antisipasi keamanan data pada sistem Computer Assisted Test (CAT) BKN. Peristiwa tersebut harus menjadi catatan pemerintah, tim pengamanan teknologi, dan tim quality assurance agar server CAT BKN tidak dapat diretas.

"Pemerintah harus meningkatkan sistem keamanan server CAT BKN serta berbagai upaya antisipasi agar kecurangan-kecurangan dalam bentuk apapun tidak dapat terjadi," jelasnya. 

Dia menilai bahwa pencegahan optimal perlu dilakukan secara tuntas hingga seleksi CPNS dan PPPK tahun 2021 berakhir.

"Masih berlanjut dan pengawasan terus akan dilakukan hingga tahap akhir selesai," tutur Saan.

Bebelumnya, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Mekumham) menunda pengumuman hasil seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS. Penundaan dilakukan adanya 14 peserta melakukan kecurangan. 

Kabag Humas Kemenkumham, Tubagus Erif Faturahman mengatakan, pengumuman hasil tes SKD seharusnya keluar pada 13-14 November 2021. Namun setelah diketahui adanya 14 peserta yang melakukan kecurangan pengumuman ditunda. 

Penundaan dikeluarkan melalui surat pengumuman Nomor Sek.2.KP.02.01-75 pada tanggal 16 November 2021. Pengumuman itu dikeluarkan setelah menerima hasil penyelidikan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang mencium adanya indikasi tindakan kecurangan oleh beberapa peserta seleksi. 

"Hasilnya, berdasarkan pemeriksaan dan forensik terhadap komputer yang digunakan para peserta, BKN mendapatkan bukti ada 14 peserta seleksi CPNS Kemenkumham yang melakukan kecurangan," kata Tubagus Arif, Kamis (18/11/2021). (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD