AALI
9925
ABBA
408
ABDA
0
ABMM
1560
ACES
1260
ACST
242
ACST-R
0
ADES
2990
ADHI
1065
ADMF
7800
ADMG
200
ADRO
1940
AGAR
328
AGII
1460
AGRO
2230
AGRO-R
0
AGRS
187
AHAP
72
AIMS
432
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
4320
AKSI
400
ALDO
860
ALKA
238
ALMI
248
ALTO
262
Market Watch
Last updated : 2021/12/09 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
506.62
0.37%
+1.88
IHSG
6627.62
0.36%
+23.82
LQ45
948.43
0.3%
+2.84
HSI
24238.70
1.01%
+241.83
N225
28725.47
-0.47%
-135.15
NYSE
16899.92
0.28%
+46.35
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,345
Emas
823,698 / gram

Agar Bertahan di Tengah Pandemi, Gubernur BI: RI Harus Kuat

ECONOMICS
Michelle Natalia
Kamis, 02 September 2021 12:44 WIB
Agar mampu bertahan, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menegaskan Indonesia harus menjadi lebih kuat agar bisa hidup berdampingan dengan Covid-19.
Agar Bertahan di Tengah Pandemi, Gubernur BI: RI Harus Kuat. (Foto: MNC Media)
Agar Bertahan di Tengah Pandemi, Gubernur BI: RI Harus Kuat. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pandemi Covid-19 yang melanda dunia telah menyebabkan sejumlah negara di dunia mengalami krisis ekonomi. Agar mampu bertahan, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menegaskan Indonesia harus menjadi lebih kuat agar bisa hidup berdampingan dengan Covid-19.

"Ini salah satu tantangan yang sedang kita hadapi saat ini, karena daya tahan ini sangatlah penting," ujar Perry dalam Konferensi Internasional Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan ke-15 secara virtual di Jakarta, Kamis (2/9/2021).

Dia mengatakan, pemulihan ekonomi berbagai negara dunia saat ini berlangsung berbeda-beda di tengah pandemi yang menghantui. Hal ini karena bergantung pada cara negara tersebut menangani pandemi lewat vaksinasi, stimulus fiskal dan moneter, serta kondisi global.

"Negara yang bisa cepat melakukan vaksinasi dengan stimulus yang besar akan tumbuh sangat cepat," tambahnya.

Perry mencontohkan China dan Amerika Serikat sebagai negara yang berhasil pulih secara pesat dari pandemi karena besarnya stimulus yang diberikan. Di sisi lain, ekonomi China diperkirakan tumbuh 8,4% pada tahun 2021 dan 5,5% di 2022, sementara AS diprediksi tumbuh 6,8% di tahun ini dan 3,4% di 2022.

"Sementara untuk negara berkembang, karena kita masih menggencarkan vaksinasi dan stimulusnya belum sebesar negara maju, jadi kita harus pulih tapi harus lebih kuat dan lebih berdaya tahan, serta melakukan berbagai reformasi," ungkap Perry. 

Selain berdaya tahan, Perry menyebutkan bahwa digitalisasi juga Indonesia jika ingin hidup berdampingan dengan pandemi, terlebih dengan situasi mobilitas yang terbatas.   

"Kemudian, inklusi keuangan dan ekonomi hijau berkelanjutan juga menjadi tantangan yang harus dihadapi Indonesia saat akan hidup berdampingan dengan Covid-19," pungkas Perry. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD