AALI
9925
ABBA
410
ABDA
6500
ABMM
1580
ACES
1270
ACST
238
ACST-R
0
ADES
3060
ADHI
1090
ADMF
7800
ADMG
194
ADRO
1910
AGAR
336
AGII
1435
AGRO
2250
AGRO-R
0
AGRS
191
AHAP
70
AIMS
450
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
4300
AKSI
404
ALDO
920
ALKA
232
ALMI
246
ALTO
254
Market Watch
Last updated : 2021/12/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
506.74
-0.15%
-0.75
IHSG
6616.61
0.21%
+14.04
LQ45
948.98
-0.13%
-1.19
HSI
23989.88
0.03%
+6.22
N225
28879.99
1.49%
+424.39
NYSE
16853.57
1.58%
+261.60
Kurs
HKD/IDR 1,846
USD/IDR 14,405
Emas
828,991 / gram

Sektor Perkebunan hingga Farmasi Jadi Prioritas, Gubernur BI: Berkontribusi Besar pada PDB

ECONOMICS
Tim IDXChannel
Jum'at, 13 Agustus 2021 21:31 WIB
Sektor hortikultura hingga farmasi jadi prioritas otoritas kebijakan dan dunia usaha karena sangat berkontribusi pada PDB.
Sektor Perkebunan hingga Farmasi Jadi Prioritas, Gubernur BI: Berkontribusi Besar pada PDB (Dok.MNC Media)
Sektor Perkebunan hingga Farmasi Jadi Prioritas, Gubernur BI: Berkontribusi Besar pada PDB (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Sinergi kebijakan otoritas, perbankan, dan dunia usaha, saat ini sedang berfokus kepada sektor-sektor prioritas dan berdaya tahan. Sektor-sektor yang dimaksud yakni hortikultura, tanaman perkebunan, pertambangan bijih logam, industri makanan dan minuman, industri kimia farmasi, serta kehutanan dan penebangan kayu.

"Sektor-sektor ini yang menjadi prioritas dan sedang kami garap," ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dilansir dari Okezone yang mengutip Antara (13/8/2021).

Menurut dia, sektor-sektor tersebut memiliki kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja, dan ekspor, sehingga diprioritaskan untuk saat ini.

Selain itu terdapat 15 sektor lainnya yang terus didorong untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, seperti peternakan, perikanan, industri tekstil dan produk tekstil, industri kulit dan alas kaki, industri barang dari logam dan elektronik, industri mesin dan perlengkapan, industri kayu dan furnitur, serta industri logam dasar. 

Kemudian, sektor informasi dan telekomunikasi, real estat, jasa pertanian, tanaman pangan, pengadaan air, pengolahan tembakau, dan industri barang galian bukan logam.

"Sektor real estat dan otomotif, ini yang baru saja kami berikan stimulusnya," kata Gubernur BI Perry Warjiyo. 

Sementara terdapat 17 sektor penopang pemulihan yang terus didorong yaitu pertambangan batu bara dan lignit, konstruksi, industri alat angkutan, hotel dan restoran, jasa kesehatan, perdagangan besar dan eceran, logistik, administrasi pemerintahan , serta jasa pendidikan.

Selanjutnya, industri karet dan plastik, angkutan darat, angkutan rel, transportasi udara, asuransi dan dana pensiun, jasa penunjang keuangan, jasa perantara keuangan, serta jasa keuangan lainnya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD