"Kami akan terus mengawal, membantu beliau mengawal sampai dengan bukan hanya berhenti di rencana tapi juga dieksekusi, karena ini membutuhkan anggaran yang juga sangat besar," tuturnya.
Dia juga menekankan soal penguatan infrastruktur dengan pembangunan proyek seperti GSW ini menjadi bagian mengatur tata ruang kewilayahan, selain fungsi utamanya memproteksi ruang hidup.
"Selain terus melakukan inovasi yang berkelanjutan, termasuk proteksi Pantura Jawa dan daerah-daerah lain dari berbagai bencana alam, kita juga harus pastikan tata ruang tidak bisa diabaikan," tutur AHY.
Terkini, proyek pembangunan GSW di Jakarta ditargetkan groundbreaking (peletakan batu pertama) pada September 2026. Menurut kajian Kemenko IPK, tanggul laut raksasa itu membutuhkan anggaran Rp 123 triliun.
(Febrina Ratna Iskana)