AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Airlangga Perkirakan Ekonomi RI Tahun Ini Tumbuh 3,7-4,5 Persen YoY

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Rabu, 15 September 2021 18:44 WIB
Ekonomi RI disebut akan tumbuh 3,7% sampai dengan 4,5% secara Year on Year (YoY), serta 5,2% pada tahun 2022.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (instagram)

IDXChannel - Ekonomi Indonesia kembali akan menunjukkan pertumbuhan positif. Ekonomi RI disebut akan tumbuh 3,7% sampai dengan 4,5% secara Year on Year (YoY), serta 5,2% pada tahun 2022.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melihat, pada sisi supply, seluruh sektor tumbuh positif dan menunjukkan perbaikan kinerja akibat membaiknya permintaan domestik dan negara mitra dagang. 

Diantaranya adalah sektor Industri Pengolahan dan Perdagangan yang merupakan kontributor utama perekonomian nasional yang tercatat pertumbuhan significant. Pertumbuhan ini juga merupakan pertumbuhan triwulan yang tertinggi sejak krisis sub-prime mortgage.

"Kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi kita di kuartal II 2021 ini, tumbuh 7,07%, dengan penerapan PPKM di kuartal III ini ada penurunan sedikit, namun secara year to year di akhir tahun diharapkan bisa 3,7 sampai 4,5%," ujar Menko Airlangga dalam pemberian Kuliah Umum di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Rabu (15/9/2021).

Menko menjelaskan, pertumbuhan ini merupakan korelasi dari kasus positif covid 19 yang mulai menurun. Menurutnya kalau dilihat dari tren, sebelum dilakukan PPKM ekonomi Indonesia meningkat, dan setelah penerapan PPKM memang membuat beberapa sektor mengalami tren negatif.

"Namun kita lihat juga ketika mobilitas ini diberikan relaksasi tren ini mulai naik kembali, Artinya pertumbuhan ekonomi itu akan positif, kalau covid nya negatif, tetapi kalau Covid positif pertumbuhan ekonominya negatif," sambung Menko Airlangga.

Pencapaian target ini yang menurut Menko akan bergantung pada peran serta masyarakat dalam meningkatkan efektivitas pengendalian pandemi COVID-19. Pemerintah terus memperkuat pengendalian pandemi dari sisi hulu hingga hilir guna memastikan pencegahan dan penanganan yang lebih efektif. 

Penguatan disisi hulu dilakukan melalui peningkatan akselerasi vaksinasi, peningkatan disiplin protokol kesehatan, peningkatan jumlah testing dan tracing, serta pengendalian mobilitas masyarakat melalui pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). 

Pada bulan September ini pemerintah menargetkan dosis vaksinasi per hari adalah sebesar 2 – 2,3 juta jiwa sehingga akan mendukung target vaksinasi sebanyak 208 juta jiwa di akhir tahun 2021. Patut kita syukuri bersama bahwa melalui penguatan di hulu ini angka positivity rate per 13 September 2021 berhasil turun menjadi 2,14%. Sementara itu, penguatan di sisi hilir akan dilakukan melalui peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan. (NDA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD