AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Interest Rate Lagi Rendah, Airlangga: Kalau Utang Sekarang

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Rabu, 15 September 2021 12:54 WIB
Menko Airlangga meenyebut tingkat bunga yang rendah membuat siapapun bisa mengajukan utang segera.
Interest Rate Lagi Rendah, Airlangga: Kalau Utang Sekarang. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartanto, transaksi berjalan dan surat berharga atau sertifikat yang berisi perjanjian antara perusahaan emiten sebagai peminjam dana dengan investor sebagai pemberi dana relatif rendah, dan rupiah selama pandemi covid ini relatif stabil dan juga IHSH berada di atas level 6.000.

Menko menyarankan jika memiliki utang yang lalu ketika sedang memiliki interest rate yang tinggi, itu lebih baik ditukar atau direprofiling dengan utang-utang hari ini yang sedang memiliki interest rate rendah.

"Terkait transaksi berjalan dan obligasi pemerintah relatif rendah, artinya kalau mau ngutang itu sekarang, karena kalau utang sekarang interest rate sedang rendah-rendahnya" ujar Menko Airlangga ketika menyampaikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) sekaligus Kuningan kerja dan meresmikan gedung Inkubasi Wirausaha UMKM, Rabu (15/9/2021).

Dia menjelaskan cadangan devisa negara yang dimiliki negara mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah. Kondisi itu menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia mulai mengalami tren positif ditengah kasus positif Covid-19 yang mulai melandai. Menurutnya, saat ini neraca perdagangan juga sedang tumbuh positif.

Mengenai target pertumbuhan ekonomi kedepan, Pemerintah telah menetapkan bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh di kisaran 3,7-4,5% (YoY) di tahun 2021 dan sebesar 5,2% (YoY) di tahun 2022. 

Pencapaian target ini akan bergantung pada peran serta masyarakat dalam meningkatkan efektivitas pengendalian pandemi Covid-19. Pemerintah terus memperkuat pengendalian pandemi dari sisi hulu hingga hilir guna memastikan pencegahan dan penanganan yang lebih efektif.

Penguatan disisi hulu dilakukan melalui peningkatan akselerasi vaksinasi, peningkatan disiplin protokol kesehatan, peningkatan jumlah testing dan tracing, serta pengendalian mobilitas masyarakat melalui pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Terlihat begitu kita injak rem, itu maka pertumbuhan ekonominya langsung tumbuh ke bawah, jadi kita melihat bahwa pengedalian pandemi dan respons itu berbaliknya langsung," sambung Menko. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD