AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Akhir Tahun, Inggris Stop Impor Minyak dan Batu Bara dari Rusia

ECONOMICS
Athika Rahma
Sabtu, 09 April 2022 10:21 WIB
Pemerintah Inggris resmi menyatakan akan menghentikan impor minyak mentah dan batu bara dari Rusia pada akhir tahun ini.
Akhir Tahun, Inggris Stop Impor Minyak dan Batu Bara dari Rusia (FOTO: MNC Media)
Akhir Tahun, Inggris Stop Impor Minyak dan Batu Bara dari Rusia (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah Inggris resmi menyatakan akan menghentikan impor minyak mentah dan batu bara dari Rusia pada akhir tahun ini. Keputusan tersebut akibat langkah Rusia menginvasi Ukraina.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss. Keputusan penghentian impor ini ditetapkan menyusul serangan Rusia terhadap Ukraina yang masih berlanjut. 

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins mengatakan, Inggris dan mitra internasional kami bersatu dalam mengutuk tindakan tercela pemerintah Rusia, yang merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan Piagam PBB. 

"Sanksi kami baru-baru ini menunjukkan bahwa kami bertekad untuk membuat Rusia membayar mahal atas serangannya terhadap Ukraina. Kami akan terus meningkatkan ini selama agresi Rusia berlanjut," ungkap Jenkins, ditulis Sabtu (9/4/2022). 

Lanjut Jenkins, pihaknya memuji seruan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi terhadap Rusia untuk segera menghentikan invasi militer yang sedang berlangsung di Ukraina. "Hal ini seiring dengan usaha Inggris yang terus menekan Putin untuk mengurangi eskalasi dan segera kembali terlibat dalam dialog yang berarti," ungkapnya. 

Selain sanksi penghentian impor batu bara dan minyak, Inggris juga membekukan aset terhadap Sberbank dan Credit Bank of Moscow. Sberbank adalah bank terbesar di Rusia dan pembekuan ini dilakukan dengan berkoordinasi dengan AS. 

Lalu, Inggris juga melarang langsung pada semua investasi luar baru ke Rusia. Pada tahun 2020, investasi Inggris di Rusia bernilai lebih dari £11 miliar. "Ini akan menjadi pukulan besar lainnya bagi ekonomi Rusia dan semakin membatasi kemampuan masa depan mereka," lanjutnya. 

Selain itu, Inggris juga melakukan pelarangan impor produk besi dan baja Rusia. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD