AALI
8825
ABBA
236
ABDA
6025
ABMM
4330
ACES
630
ACST
198
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
760
ADMF
8450
ADMG
168
ADRO
3860
AGAR
302
AGII
2360
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
105
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
149
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1585
AKRA
1325
AKSI
326
ALDO
700
ALKA
290
ALMI
386
ALTO
171
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
531.47
-1.93%
-10.44
IHSG
7052.49
-1.76%
-126.09
LQ45
1006.65
-1.85%
-18.99
HSI
17927.82
-0.03%
-5.45
N225
26567.55
-2.16%
-586.28
NYSE
13796.99
-2.26%
-319.60
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,031
Emas
794,490 / gram

Akhirnya, Harta Senilai Rp16 Triliun Pulang ke Indonesia

ECONOMICS
Yulistyo Pratomo
Senin, 15 Agustus 2022 15:59 WIB
Aset berupa harta senilai Rp16 triliun milik sejumlah crazy rich Indonesia akan kembali ke pangkuan ibu pertiwi, setelah disimpan di negara lain.
Akhirnya, Harta Senilai Rp16 Triliun Pulang ke Indonesia. (Foto: MNC Media)
Akhirnya, Harta Senilai Rp16 Triliun Pulang ke Indonesia. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Aset berupa harta senilai Rp16 triliun milik sejumlah crazy rich Indonesia akan kembali ke pangkuan ibu pertiwi, setelah disimpan di negara lain.

Hal tersebut merupakan hasil dari program pengungkapan sukarela (PPS) atas laporan harta yang direpatriasi. 

Direktur Jenderal Pajak, Suyo Utomo mengatakan proses repatriasi harta yang dilakukan oleh wajib pajak beserta tax amnesty jilid dua paling lambat akan diterima negara akhir September 2022. 

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan meyakini penerimaan pajak tahun 2022 bisa tercapai ataupun bisa mencapai target.

Terdapat harta senilai Rp13,7 triliun yang akan segera dipulangkan ke Indonesia oleh wajib pajak beserta PPS dan harta senilai Rp2,36 triliun yang dikomitmenkan untuk direpatriasi dan diinvestasikan di sektor energi terbarukan.

Data yang dikutip oleh Kementerian Keuangan meyebutkan, penerimaan pajak mecapai Rp705,82 triliun hingga 31 Mei 2022. Angka tersebut sudah mencapai 55,8 persen dari target Rp1.265 triliun. Penerimaan jumlah pajak tersebut menunjukan pertumbuhan sebesar 53,8 persen.

Hal tersebut tidak terlepas dari kondisi perekonomian domestik yang sudah berada di jalur pemulihan, di saat yang sama kenaikan harga komoditas juga berdampak positif untuk penerimaan negara. (TYO/BAYU)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD