Di sisi lain, stabilitas ekonomi Indonesia yang konsisten tumbuh dengan rata-rata tahunan sekitar 5 persen menjadi landasan bagi keputusan properti saat ini, mulai dari ekspansi multinasional hingga strategi investasi domestik.
Head of Research & Consulting CBRE Advisory Anton Sitorus, mencatat target ambisius pemerintah untuk mencapai pertumbuhan 6-8 persen pada 2029 menjadi indikator keyakinan yang kuat terhadap prospek jangka panjang Indonesia.
Adapun properti di kawasan CBD terus mengalami peningkatan penyerapan, didukung oleh perpindahan kantor dan perluasan penyewa ke gedung-gedung berkualitas lebih tinggi. Akibatnya, tingkat okupansi di kawasan CBD mencapai sekitar 76 persen pada akhir 2025.
Wilayah non-CBD juga mengalami peningkatan ringan, dengan tingkat okupansi naik menjadi sekitar 74 persen, didorong oleh permintaan yang stabil dari penyewa yang mencari lokasi strategis.
Di sektor ritel, Anton menilai pasar tetap tumbuh stabil sepanjang 2025, dengan tingkat okupansi tetap tinggi di atas 85 persen di semua kategori.