AALI
9950
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1515
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1675
ADHI
1065
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1185
AGAR
448
AGII
1190
AGRO
1005
AGRO-R
0
AGRS
320
AHAP
77
AIMS
284
AIMS-W
0
AISA
288
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
456
AKRA
3130
AKSI
800
ALDO
675
ALKA
238
ALMI
226
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/04/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
483.36
-0.1%
-0.50
IHSG
6086.26
0.11%
+6.76
LQ45
907.67
-0.08%
-0.77
HSI
28969.71
0.61%
+176.57
N225
29642.69
0.07%
+21.70
NYSE
16116.85
0.73%
+116.70
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,643
Emas
831,440 / gram

Anggaran Kementan Naik Hampir Rp2 T, DPR: Kedelai Kok Masih Impor Besar-besaran

ECONOMICS
Taufik Fajar/Okezone
Kamis, 08 April 2021 12:31 WIB
Komisi IV DPR menyoroti peningkatan anggaran komoditas tanaman pangan Kementan yang mencapai hampir Rp2 triliun, namun komoditas seperti kendelai masih impor.
Anggaran Kementan Naik Hampir Rp2 T, DPR: Kedelai Kok Masih Impor Besar-besaran (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Komisi IV DPR menyoroti peningkatan anggaran komoditas tanaman pangan Kementerian Pertanian yang mencapai hampir Rp2 triliun, namun komoditas seperti kendelai masih impor dalam jumlah besar.

Hal tersebut seperti diungkapkan Ketua Komisi IV DPR, Sudin dalam Rapat Kerja dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, di ruang rapat Komisi IV DPR, Kamis (8/4/2021).

Dalam rapat RDP itu, Sudin mempertanyakan terkait anggaran peningkatan komoditas tanaman pangan yang mencapai hampir Rp2 triliun yakni Rp1,95 Triliun.

"Jadi apa yang ditingkatkan dengan anggaran itu? Apakah dengan penambahan sampai hampir Rp2 triliun ini meningkatkan produksinya? Sementara kacang kedelai kita masih impor besar-besaran dan kacang tanah pun masih impor besar-besaran," ujar Sudin.

Sudin juga menjelaskan dalam Rapat Dengar Pendapat beberapa waktu lalu, dia sudah meminta kepada Direktorat Jenderal Holtikultura Kementan untuk perbanyak bibit jahe kencur dan lain-lain.

"Kita pernah surplus kok. Kemaren penjelasan importir bahwa mereka dulu ekspor 2019-2020, masa sekarang impor. Ini yang menjadi beban pikiran kita semua tanggung jawab semua nanti temen-temen cermati kita hanya menerima penjelasan," ungkap dia.

Kemudian lanjut dia, apabila dilihat anggaran ini seolah-olah uangnya kurang maka ditambahin sedikit. Di mana hal itu
bukan harapan Presiden Jokowi yang tadinya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Tetapi ini hanya penambahan anggaran saja yang sesuai dengan reguler," tandas dia. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD