AALI
9750
ABBA
286
ABDA
6250
ABMM
1350
ACES
1195
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
170
ADRO
2190
AGAR
362
AGII
1430
AGRO
1275
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
725
AKSI
745
ALDO
1315
ALKA
296
ALMI
288
ALTO
242
Market Watch
Last updated : 2022/01/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.82
0.04%
+0.23
IHSG
6556.00
-0.19%
-12.17
LQ45
939.03
-0.03%
-0.31
HSI
24283.31
0.16%
+39.70
N225
27101.98
-0.11%
-29.36
NYSE
16340.32
-0.45%
-73.65
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,325
Emas
851,136 / gram

Antisipasi Lonjakan Harga Sembako, Pemkot Bekasi Bakal Kerahkan Petugas Monitoring di Pasar

ECONOMICS
Jonathan Simanjuntak/MPI
Jum'at, 19 November 2021 21:17 WIB
Pemkot Bekasi melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bekasi akan mengerahkan petugas untuk melakukan monitoring harga pasar.
Antisipasi Lonjakan Harga Sembako, Pemkot Bekasi Bakal Kerahkan Petugas Monitoring di Pasar (Dok.MNC Media)
Antisipasi Lonjakan Harga Sembako, Pemkot Bekasi Bakal Kerahkan Petugas Monitoring di Pasar (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bekasi akan mengerahkan petugas untuk melakukan monitoring, dalam upaya memantau harga bahan pokok dan mengantisipasi lonjakan harga pasar

“Tetap (memantau harga), kita tiap hari ada di pasar rakyat, pasar tradisional yang ada di kita (kota Bekasi), tetap kita monitoring,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi Tedy Hafni, Jumat (19/11/2021).

Tedy menyampaikan petugas tersebut akan melakukan pencatatan terhadap barang-barang yang dijual di pasar. Bahkan, controlling tersebut juga dilakukan sampai ke pedagang-pedagang tiap kiosnya.

“Ada petugasnya di tiap pasar itu ada (bagian pencatatan), ada pengontrolan dan ada monitoring ke pedagang-pedagang seperti itu,” tambahnya.

Tedi juga menyatakan saat ini harga bahan pokok di wilayah Kota Bekasi masih stabil. Tedy memprediksi harga tersebut masih akan terkendali hingga tahun baru 2022.

“Secara umum Insya Allah terkendali mudah mudahan tidak ada kenaikan yang melonjak ya gitu,“ ujar Tedy kepada wartawan, Jumat (19/11/2021).

Menurutnya hal ini didasarkan pada budaya kenaikan setiap tahunnya. Pada tahun baru, jelas Tedy, kenaikannya tidak sesignifikan masa lebaran.

“Saya kira kalau Tahun Baru tidak terlalu banyak, cuma mungkin biasanya yang agak naik itu daging, cabe kan gitu, tapi kalo untuk tahun baru tidak terlalu (kenaikannya) dibanding Idul Fitri,” sambungnya.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD