AALI
9900
ABBA
296
ABDA
6550
ABMM
1395
ACES
1285
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
835
ADMF
7625
ADMG
186
ADRO
2280
AGAR
364
AGII
1405
AGRO
1260
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1125
AKRA
800
AKSI
705
ALDO
1325
ALKA
316
ALMI
0
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.12
-1.09%
-5.60
IHSG
6669.53
-0.85%
-56.85
LQ45
949.77
-1.04%
-10.00
HSI
24697.39
-1.07%
-268.16
N225
27324.43
-0.72%
-197.83
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
845,552 / gram

Antisipasi Perubahan Iklim, Jatim Kejar Target 34.000 Hektare Restorasi Mangrove

ECONOMICS
Lukman Hakim
Jum'at, 05 November 2021 06:59 WIB
Pemprov mengejar target 34.000 hektare restorasi mangrove di seluruh wilayah pesisir Jatim.
Antisipasi Perubahan Iklim, Jatim Kejar Target 34.000 Hektare Restorasi Mangrove (Dok.MNC Media)
Antisipasi Perubahan Iklim, Jatim Kejar Target 34.000 Hektare Restorasi Mangrove (Dok.MNC Media)

IDXChannel -  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) mengejar target 34.000 hektare restorasi mangrove di seluruh wilayah pesisir Jatim. Percepatan pencapaian target tersebut dilakukan sebagai langkah mitigasi perubahan iklim dan pemanasan global. 

“Dampak pemanasan global dan perubahan iklim tidak sepele, karena tidak hanya merusak tatanan kehidupan sosial masyarakat namun juga berdampak pada perekonomian masyarakat di seluruh dunia,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa disela-sela kegiatan “Nanem Tenjang” di Kawasan Ekowisata Mangrove Sepulu di Kabupaten Bangkalan, Kamis (4/11/2021). 

Khofifah menyebut, perubahan iklim berdampak sangat luas pada kehidupan masyarakat. Kenaikan suhu bumi tidak hanya berdampak pada naiknya temperatur bumi tetapi juga pada perubahan alam dan kehidupan manusia. Seperti kualitas dan kuantitas air, habitat, hutan, kesehatan, lahan pertanian, termasuk ekosistem wilayah pesisir. “Ini (penanaman mangrove) adalah salah satu ikhtiar yang kita bisa lakukan untuk menahan laju perubahan iklim yang sangat cepat,” imbuhnya. 

Orang nomor satu di Jatim itu menerangkan, lokasi penanaman merupakan kawasan ekowisata yang menjadi area wisata edukasi dan konservasi ekosistem mangrove. "Restorasi ini juga menjadi salah satu cara untuk merevitalisasi kembali kawasan mangrove sebagai salah satu destinasi unggulan ekowisata dan eduwisata Jatim," terangnya.

Khofifah memaparkan, pada tahun 2020 lalu, telah dilakukan penanaman mangrove baru di Pulau Madura sebanyak 1.237.500 batang dengan luas area penanaman seluas 375 hektare. Tahun 2021 ini kembali dilaksanakan penanaman mangrive seluas 104,49 hektare dengan bibit sebanyak 254.479 batang. "Sehingga, luas kawasan yang telah ditanami mangrove di Pulau Madura pada tahun 2020 dan 2021 yakni seluas 479,94 hektare," katanya.

Sebelumnya, gerakan Nandur Mangrove telah dilaksanakan di Tuban, Gresik dan  Banyuwangi. Ditargetkan, sebanyak 1.000 bibit pohon mangrove atau bakau jenis Rhizopora sp dan Avicennia sp, akan ditanam sebagai simbolis dari total 254.749 bibit yang akan disebar di wilayah seluas 104,49 hektaree di seluruh Bangkalan. 

Sementara itu, penanaman Mangrove di kawasan Pulau Madura telah masif dilakukan sejak tahun lalu. Tercatat pada tahun 2020 telah dilakukan penanaman mangrove di Madura sebanyak 1.237.500 batang dengan total luas area penanaman seluas 375 hektaree. Sehingga diharapkan hingga akhir tahun 2021 ini, total 479,49 hektaree lahan di Madura akan ditanami mangrove. “Program Nandur Mangrove ini akan secara masif dilakukan kedepannya. Terutama, bagi wilayah-wilayah yang telah terkonfirmasi siap tanam," pungkas Khofifah. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD