AALI
9500
ABBA
274
ABDA
0
ABMM
2420
ACES
705
ACST
167
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
765
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3080
AGAR
316
AGII
2310
AGRO
850
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
84
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1615
AKRA
1180
AKSI
272
ALDO
770
ALKA
296
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.01
-0.11%
-0.58
IHSG
7086.85
0.03%
+2.19
LQ45
1007.14
-0.07%
-0.66
HSI
20045.77
-0.77%
-156.17
N225
28249.24
0.26%
+73.37
NYSE
15273.23
0.32%
+49.03
Kurs
HKD/IDR 675
USD/IDR 14,929
Emas
853,771 / gram

Antrean Panjang Bikin Dana Haji Mengendap 11 Tahun, Wapres Minta BPKH Kreatif

ECONOMICS
Giri Hartomo
Jum'at, 09 April 2021 11:59 WIB
Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk lebih kreatif dan produktif dalam mengelola keuangan haji.
Antrean Panjang Bikin Dana Haji Mengendap 11 Tahun, Wapres Minta BPKH Kreatif. (Foto: MNC Media)
Antrean Panjang Bikin Dana Haji Mengendap 11 Tahun, Wapres Minta BPKH Kreatif. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk lebih kreatif dan produktif dalam mengelola keuangan haji. Apalagi, dana haji sudah mengendap begitu lama, bahkan sampai 11 tahun lamanya.

Ma’ruf Amin mencontohkan, pada 2018 saja pengembangan dana haji Indonesia hanya diinvestasikan pada produk perbankan syariah saja. Misalnya Deposito Syariah dengan porsi sebesar 55%. 

Kemudian untuk Sukuk Dana Haji Indonesia (SDHI) dengan porsi sebesar 35%. Dan terakhir sisanya 10% disebar pada korporasi penempatan dana di IDB dan perbankan Arab Saudi, serta kerjasama pembiayaan pelayanan Haji. 

“Saat ini jamaah haji Indonesia memiliki antrean cukup panjang dengan rentang waktu setidaknya minimal 11 tahun. Antrean tersebut menyebabkan dana haji masyarakat yang sudah terkumpul menjadi mengendap cukup lama,” ujarnya dalam acara Global Investment Forum, Jumat (9/4/2021).

Oleh karena itu, Wapres berharap BPKH bisa lebih kreatif dan aktif dalam mencari inatrumen investasi syariah baru. Misalnya saja bekerja sama dengan The Islamic Research and Training Institute (IRTI) untuk memperoleh pengetahuan terkini tentang investasi dalam rangka pengembangan dana haji. 

“Investasi yang berhubungan dengan pelaksanaan haji sangatlah luas, mulai dari investasi akomodasi, transportasi, katering, bahkan investasi yang terkait dengan pengelolaan Dam,” jelasnya. 

Wapres juga menyambut baik kerja sama yang dilakukan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dengan Islamic Development Bank (IsDB) sehingga terselenggaranya Global Islamic Investment Forum.

Dengan adanya kerja sama ini diharapkan bisa menjadi sarana bertukar informasi antar investor global, serta mencermati perkembangan portfolio investasi syariah terkini yang dapat dimanfaatkan bagi berbagai pemangku kepentingan. 

“Selain itu, sebagai ajang pertemuan bagi negara-negara yang menjadi kontributor jamaah haji terbesar di dunia sehingga dapat menjadi penghubung ke pasar global,”tutup Wapres. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD