AALI
10125
ABBA
232
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
272
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
1165
ADMF
0
ADMG
167
ADRO
1195
AGAR
410
AGII
1100
AGRO
900
AGRO-R
0
AGRS
595
AHAP
71
AIMS
480
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3220
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
238
ALMI
240
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/05/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
28013.81
0%
0.00
N225
28608.59
0%
0.00
NYSE
16355.62
0%
0.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,195
Emas
838,803 / gram

Antrean Panjang Bikin Dana Haji Mengendap 11 Tahun, Wapres Minta BPKH Kreatif

ECONOMICS
Giri Hartomo/Okezone
Jum'at, 09 April 2021 11:59 WIB
Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk lebih kreatif dan produktif dalam mengelola keuangan haji.
Antrean Panjang Bikin Dana Haji Mengendap 11 Tahun, Wapres Minta BPKH Kreatif. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk lebih kreatif dan produktif dalam mengelola keuangan haji. Apalagi, dana haji sudah mengendap begitu lama, bahkan sampai 11 tahun lamanya.

Ma’ruf Amin mencontohkan, pada 2018 saja pengembangan dana haji Indonesia hanya diinvestasikan pada produk perbankan syariah saja. Misalnya Deposito Syariah dengan porsi sebesar 55%. 

Kemudian untuk Sukuk Dana Haji Indonesia (SDHI) dengan porsi sebesar 35%. Dan terakhir sisanya 10% disebar pada korporasi penempatan dana di IDB dan perbankan Arab Saudi, serta kerjasama pembiayaan pelayanan Haji. 

“Saat ini jamaah haji Indonesia memiliki antrean cukup panjang dengan rentang waktu setidaknya minimal 11 tahun. Antrean tersebut menyebabkan dana haji masyarakat yang sudah terkumpul menjadi mengendap cukup lama,” ujarnya dalam acara Global Investment Forum, Jumat (9/4/2021).

Oleh karena itu, Wapres berharap BPKH bisa lebih kreatif dan aktif dalam mencari inatrumen investasi syariah baru. Misalnya saja bekerja sama dengan The Islamic Research and Training Institute (IRTI) untuk memperoleh pengetahuan terkini tentang investasi dalam rangka pengembangan dana haji. 

“Investasi yang berhubungan dengan pelaksanaan haji sangatlah luas, mulai dari investasi akomodasi, transportasi, katering, bahkan investasi yang terkait dengan pengelolaan Dam,” jelasnya. 

Wapres juga menyambut baik kerja sama yang dilakukan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dengan Islamic Development Bank (IsDB) sehingga terselenggaranya Global Islamic Investment Forum.

Dengan adanya kerja sama ini diharapkan bisa menjadi sarana bertukar informasi antar investor global, serta mencermati perkembangan portfolio investasi syariah terkini yang dapat dimanfaatkan bagi berbagai pemangku kepentingan. 

“Selain itu, sebagai ajang pertemuan bagi negara-negara yang menjadi kontributor jamaah haji terbesar di dunia sehingga dapat menjadi penghubung ke pasar global,”tutup Wapres. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD