Seluruh komponen tersebut dirancang untuk memastikan implementasi Smart City IKN berjalan terstruktur, transparan, serta selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Anggota Dewan Frost dan Sullivan Amerika sekaligus Project Director inisiatif ini, Subhranshu Sekhar Das, membeberkan visi jangka panjangnya mengenai pengembangan kota kognitif, yang juga bakal diimplementasikan di IKN. Menurutnya, Nusantara memiliki peluang untuk menjadi lebih dari sekadar kota cerdas, Nusantara dapat berevolusi menjadi Cognitive City.
Dia menerangkan soal seiringnya transformasi industri pengetahuan global, maka kota-kota harus beralih dari infrastruktur digital yang statis menuju sistem kecerdasan yang adaptif. Agentic AI dan platform pengetahuan terfederasi akan memainkan peran penting dalam membentuk cara kota belajar, melakukan simulasi, dan terus mengoptimalkan tata kelola, infrastruktur, serta layanan publik.
"Nusantara berpotensi menjadi model rujukan global bagi paradigma perkotaan berbasis kecerdasan ini,” ujar Subhranshu.
Otorita IKN menegaskan komitmennya untuk memastikan Nusantara tidak hanya dibangun secara fisik, tetapi juga dirancang dengan sistem digital yang matang, aman, dan berorientasi masa depan.