Greenland memang memiliki lokasi yang strategis bagi AS. Kawasan ini memiliki jalur udara dan laut paling cepat antara Amerika Utara dan Eropa, sehingga sangat penting bagi militer dan sistem peringatan dini misil AS.
Selain itu, Greenland juga kaya akan mineral. Meski tidak ada aktivitas migas, UE menetapkan Greenland sebagai kawasan yang memiliki material tanah jarang (rare earth minerals). Sementara warga menolak penambangan terbuka besar-besaran dan memilih untuk menjadi nelayan.
Rencana AS menguasai Greenland ditolak oleh negara-negara Eropa. Terkait hal ini, UE juga menggelar rapat darurat untuk merespons pengumuman tarif oleh Trump.
Perdana Menteri Inggris, Kein Starmer menegaskan posisi Eropa sangat jelas bahwa Greenland adalah bagian integral dari Kerajaan Denmark, sehingga masa depan Greenland adalah milik Denmark dan warga Greenland.
“Penerapan tarif terhadap negara sekutu karena menjalankan upaya keamanan kolektif NATO sepenuhnya keliru. Kami tentu akan menindaklanjuti hal ini secara langsung dengan pemerintahan Amerika,” katanya.