IDXChannel - Perang di Timur Tengah membuat ekonomi Amerika Serikat (AS) terancam mengalami stagflasi.
Dilansir dari AFP pada Sabtu (21/3/2026), hal itu disampaikan oleh ekonom AS peraih Nobel, Joseph Stiglitz.
Stiglitz mengatakan, ekonomi AS sudah mendekati stagflasi bahkan sebelum perang dengan Iran pecah pada akhir bulan lalu. Stagflasi adalah perpaduan antara pertumbuhan ekonomi yang stagnan dan tingkat inflasi yang tinggi.
"Ada sejumlah indikator yang menunjukkan pertumbuhan melambat sebelum perang," katanya dalam sebuah wawancara.
Perang di Timur Tengah praktis menghentikan aktivitas di Selat Hormuz yang sangat penting secara strategis, yang biasanya dilalui seperlima pasokan minyak mentah dunia, sehingga harga minyak melonjak.